Iran Berlakukan Tarif Transit Selat Hormuz Bahkan Saat Gencatan Senjata, Bisa Cuan Seribu Triliun
Hasiolan Eko P Gultom April 09, 2026 12:19 AM

Iran Berlakukan Tarif Transit Selat Hormuz Bahkan Saat Gencatan Senjata, Bisa Cuan Seribu Triliun
 

TRIBUNNEWS.COM - Laporan Financial Times, Rabu (8/4/2026) melaporkan kalau Iran meminta biaya satu dolar untuk setiap barel minyak yang melewati Selat Hormuz, bahkan selama periode gencatan senjata.

Surat kabar Inggris itu menambahkan, Iran menetapkan bahwa pembayaran tersebut harus dilakukan dalam mata uang kripto.

Baca juga: Media Israel: Trump Menyerah! Iran Menang Telak, Hizbullah Lebanon Bangkit Lebih Kuat

Surat kabar itu juga mengklarifikasi bahwa kapal tanker minyak kosong diizinkan untuk lewat tanpa biaya.

Hal ini berdasarkan kutipan pernyataan Hamid Hosseini, perwakilan dari Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, yang dimuat di surat kabar tersebut.

Ia menjelaskan bahwa biaya akan dibayarkan dalam Bitcoin, yang memungkinkan penyembunyian transaksi dan menghindari risiko sanksi terhadap pemilik kapal.

Menurut Hosseini, "Iran perlu memantau apa yang masuk dan keluar dari selat tersebut untuk memastikan bahwa dua minggu ini tidak dimanfaatkan untuk transfer senjata."

Hari ini, tanda-tanda awal aktivitas kapal mulai muncul di Selat Hormuz, menyusul pengumuman gencatan senjata yang mencakup pembukaan kembali sementara jalur air strategis ini.

Baca juga: Ini Kapal Pertama yang Melintas di Selat Hormuz, 800 Kapal Masih Terjebak di Teluk Persia

Menurut data dari platform MarineTraffic, dua kapal pertama melintasi Selat Hormuz hari ini setelah gencatan senjata diumumkan, dan ratusan kapal masih berada di wilayah tersebut, termasuk 426 kapal tanker minyak, 34 kapal tanker LPG, dan 19 kapal tanker LNG.

TERTUTUP UNTUK AS DAN ISRAEL - Iran menolak Selat Hormuz kembali ke status quo yang dinikmati sebelum pecah perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz tertutup bagi AS dan sekutunya, tetapi kapal dari negara lain tetap dapat menggunakannya.
TERTUTUP UNTUK AS DAN ISRAEL - Iran menolak Selat Hormuz kembali ke status quo yang dinikmati sebelum pecah perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz tertutup bagi AS dan sekutunya, tetapi kapal dari negara lain tetap dapat menggunakannya. (HO/IST/dok. Roland Berger)

Berapa Banyak yang Bisa Diraup Iran?

Hassan Abedini, kepala departemen informasi politik di stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengumumkan kalau  Iran dapat memperoleh pendapatan tahunan sebesar 64 miliar dolar AS atau setara Rp 1.088 Triliun dari biaya yang dikenakan pada kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz.

Abedini menyatakan, "Selat Hormuz telah menjadi jalur air yang akan dikelola secara cerdas oleh Iran; seluruh dunia telah menyetujui hal ini."

Dia menambahkan: “Jika kita ambil contoh, bahwa 32.000 kapal melewati selat tahun lalu, dan jika $2 juta dikumpulkan dari setiap kapal, totalnya akan sekitar $64 miliar, yang merupakan jumlah yang akan diterima Iran.”

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pagi ini kalau Iran telah setuju untuk sepenuhnya dan segera membuka kembali Selat Hormuz.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran akan membuka selat tersebut untuk pelayaran selama dua minggu, dengan kemungkinan pelayaran melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan tunduk pada pembatasan teknis.

 

 

(oln/*)

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.