Otto Hasibuan Sebut Halalbihalal Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan
Muhammad Zulfikar April 09, 2026 12:19 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan, menyebut tradisi halalbihalal sebagai budaya khas Indonesia yang sarat makna, khususnya setelah perayaan Idulfitri.

Hal itu disampaikan Otto dalam acara Halalbihalal Peradi 1447 Hijriah di Jakarta.

Baca juga: Awal Perseteruan Bupati dan Wabup Lebak di Halal Bihalal, Masa Lalu Sebagai Narapidana Disinggung

“Halalbihalal ini adalah suatu tradisi yang unik, khusus Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (8/4/2026).

Menurut Otto, makna halalbihalal bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk saling memaafkan atas kesalahan yang terjadi antarsesama.

Baca juga: 7 Teks Ikrar Halal Bihalal Sekolah 2026 yang Menyentuh dan Penuh Maaf

“Kalau ada perbuatan yang salah yang kita lakukan selama ini, saling bermaaf-maafan,” kata dia.

Dia menambahkan, tradisi ini telah rutin dilakukan Peradi sejak organisasi tersebut berdiri lebih dari dua dekade lalu.

Dalam kesempatan itu, Otto juga melaporkan penyaluran dana donasi bencana yang dihimpun Peradi pada Desember lalu sebesar Rp6,7 miliar.

Dana tersebut disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Di Sumatera Barat, bantuan telah direalisasikan dalam bentuk pembangunan jembatan gantung di Solok, pembangunan SMA Negeri 21 Padang, serta pembangunan masjid di Agam.

“Kami juga sudah menyalurkan Rp700 juta untuk anggota yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut,” ujar dia.

Otto turut mengingatkan seluruh advokat anggota Peradi agar menjalankan profesinya secara profesional, menjaga etika, serta menjunjung tinggi kebenaran dan persaudaraan.

Ia juga menyinggung soal konsep single bar organisasi advokat yang menurutnya telah diatur dalam Undang-Undang Advokat.

“Semua menganut single bar, termasuk di Indonesia. Kalau ada yang tidak sesuai, itu persoalan ketidaktaatan terhadap undang-undang,” tegasnya.

Baca juga: Anies Datang Meski Tak Dapat Undangan Khusus Halal Bihalal ke Rumah SBY, Demokrat: Masa Kami Tolak

Ketua Panitia Halalbihalal Peradi 1447 H, R.A. Anitha D.J. Puspokusomo, menyebut acara ini dihadiri perwakilan dari 50 DPC, 17 korwil, serta berbagai badan dan anggota Peradi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menekankan pentingnya peran advokat di tengah dinamika hukum yang semakin kompleks.

“Advokat tidak cukup hanya sebagai pembela kebenaran, tetapi juga harus menjadi penjaga etika dan penyeimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Komaruddin Hidayat dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa manusia memiliki lima fitrah, di antaranya mencari kebenaran, menyukai kebaikan, keindahan, dan perdamaian.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.