TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE- Upaya menjaga stabilitas konektivitas digital di wilayah kepulauan terus diperkuat.
BAKTI Komdigi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi perbaikan partial cut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane, sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan layanan.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Eddy Salindeho, Kepala Dinas Kominfo Sangihe Ronald Lumiu, serta Kepala Dinas Kominfo Sitaro Indra Purukan.
Baca juga: Swadaya Warga Utaurano Sangihe Perbaiki Jalan Rusak, Pemerintah Kampung Ajak Bergerak Bersama
Dari pihak BAKTI Komdigi, hadir Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah Sudarmanto, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pemerintah Suharyoto, Kepala Divisi Infrastruktur Backbone Meiliana Loeis, serta Kepala UPT Balai Monitor SFR Kelas II Manado Manuelson Jaka Jusuf.
Sejumlah pejabat pusat juga mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi atas langkah perbaikan yang dilakukan, sekaligus menyoroti pentingnya keandalan jaringan di wilayah perbatasan seperti Sangihe.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas upaya perbaikan ini. Bagi kami di wilayah kepulauan, konektivitas sangat vital karena menyangkut pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, gangguan jaringan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap internet yang semakin tinggi.
Bahkan, potensi blackout jaringan dalam waktu lama dinilai dapat berdampak besar, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses seperti Sangihe.
Menurutnya, berbeda dengan wilayah perkotaan seperti Jakarta yang memiliki banyak jaringan cadangan, daerah kepulauan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang matang dan berkelanjutan.
Bupati juga meminta kejelasan terkait jenis gangguan yang terjadi, apakah hanya berdampak pada layanan internet atau juga komunikasi telepon, serta pentingnya penyampaian informasi progres perbaikan secara berkala kepada masyarakat.
“Update perkembangan perbaikan sangat penting agar masyarakat tahu bahwa pekerjaan sedang berjalan dan bisa memperkirakan dampaknya,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem cadangan jaringan yang memadai.
Saat ini, di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdapat 145 desa dan 22 kelurahan, sementara titik layanan cadangan yang tersedia dinilai masih terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah instansi dan pihak swasta telah memanfaatkan internet satelit sebagai solusi sementara.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar dan ujian tetap berjalan. Tercatat sebanyak 1.744 siswa dari 62 sekolah tetap mengikuti ujian dengan dukungan perangkat dan jaringan alternatif yang telah disiapkan.
Lebih lanjut, Bupati berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Ia mengusulkan penguatan pengawasan jalur kabel, termasuk melibatkan instansi terkait dan nelayan sebagai pengawas di lapangan.
“Ini investasi besar negara. Kita harus jaga bersama agar tidak terjadi lagi gangguan yang merugikan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, BAKTI Komdigi menyampaikan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari mitigasi terencana.
Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari penyediaan akses internet alternatif di lebih dari 150 titik layanan publik, optimalisasi jaringan cadangan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Dengan kolaborasi yang solid, BAKTI menegaskan komitmennya untuk menjaga konektivitas tetap andal.
Konektivitas digital dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan fondasi penting bagi pelayanan publik, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di wilayah terluar dan perbatasan.