Pastikan Listrik Desa Menjangkau Warga, Franciscus Sibarani Gandengn PLN Kalbar di Desa Manggang
Maudy Asri Gita Utami April 09, 2026 12:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Komitmen pemerintah dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok desa terus mendapat pengawalan serius dari DPR RI. 

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalimantan Barat I, Franciscus Sibarani, turun langsung ke Desa Manggang, Kabupaten Landak, untuk memastikan Program Listrik Desa (Lisdes) berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkualitas.

Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang meminta seluruh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, untuk mengawal program Lisdes.

“Saya datang ke sini atas arahan Ketua Umum Golkar, yang juga sebagai Menteri ESDM, untuk mengawal Lisdes. Program ini juga sejalan dengan aspirasi masyarakat Kalbar. Listrik bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi sudah menjadi kebutuhan vital yang menentukan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah menempatkan pemerataan listrik sebagai prioritas nasional dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan.

“Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di daerah terpencil, dapat menikmati listrik sebagai hak dasar,” tegasnya.

• Bidik Sektor Pariwisata, Astra Motor Kalbar Gelar Edukasi Safety Riding di Dayang Resort

Lebih lanjut, Sibarani menyampaikan bahwa Ketum Bahlil Lahadalia, telah mencanangkan target elektrifikasi desa hingga mencapai 100 persen secara bertahap.

“Di Kalimantan Barat sendiri masih ada sekitar 15 persen desa yang belum teraliri listrik. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus kita tuntaskan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari Fraksi Partai Golkar, Sibarani menegaskan bahwa kader partai di parlemen memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mengawasi program Lisdes agar berjalan efektif di lapangan.

“Dalam satu dekade terakhir, Fraksi Partai Golkar di DPR RI secara konsisten mendorong dan mengawal program listrik desa. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam memastikan pemerataan pembangunan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kunjungan lapangan menjadi penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memastikan tidak ada hambatan berarti, baik dari sisi teknis, infrastruktur, maupun koordinasi antar pihak,” katanya.

Sibarani juga menegaskan target besar pemerintah dalam sektor kelistrikan nasional.

“Presiden Prabowo dan Menteri ESDM menargetkan bahwa pada tahun 2029, Indonesia harus bebas dari kegelapan. Ini bukan sekadar target, tetapi komitmen yang harus kita kawal bersama hingga tuntas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan apresiasi kepada PLN Kalimantan Barat atas kerja cepat dan responsif dalam merealisasikan pemasangan listrik di Desa Manggang.

“Saya mengapresiasi PLN Kalimantan Barat yang telah bekerja dengan baik dan mampu mempercepat proses pemasangan listrik di desa ini. Ini bukti bahwa kolaborasi dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Kolaborasi Pemerintah Setempat

Sementara itu, General Manager PLN Kalimantan Barat, Maria, mengungkapkan bahwa tantangan utama pembangunan listrik desa di wilayah Kalbar terletak pada kondisi geografis dan perizinan.

“Pembangunan listrik di Kalimantan Barat tidak mudah. Akses jalan menjadi faktor utama, karena tanpa itu distribusi material dan pembangunan jaringan akan terhambat. Selain itu, kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan perizinan khusus,” jelasnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pak Sibarani sebagai anggota DPR RI, dapat membantu mempercepat proses perizinan agar program Lisdes dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berharap dukungan dalam hal koordinasi dan perizinan terus diperkuat, sehingga target elektrifikasi dapat tercapai sesuai rencana,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Manggang, Akiong, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya listrik di desanya. Ia menjelaskan bahwa Desa Manggang terdiri dari tiga dusun dengan luas wilayah sekitar 8.600 meter persegi dan dari dua dusun yaitu Saga dan Gedah kini telah melayani lebih dari 100 pelanggan.

• Bahas Pencegahan Radikalisme, Franciscus Sibarani Hadiri Buka Puasa Bersama BNPT

“Kami sangat bersyukur karena di akhir 2025 desa kami sudah mendapatkan pemasangan listrik. Ini menjadi perubahan besar bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, PLN Kalimantan Barat, serta semua pihak yang telah membantu sehingga desa kami kini terang dan dapat berkembang lebih baik,” tutupnya.

Dengan hadirnya listrik di Desa Manggang, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.