Tren Penyakit Campak di Jambi Meningkat, Warga Harap Kemudahan Akses Fasilitas Kesehatan
asto s April 09, 2026 08:48 AM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tren penyakit campak di Jambi mengalami kenaikan, Rabu (8/4/2026). Warga mulai waspada dan berharap fasilitas kesehatan mudah diakses.

Data di RSUD Raden Mattaher Jambi, jumlah kasus penyakit campak terus bertambah sejak Januari hingga April 2026.

Warga kawasan Mayang, Kota Jambi, Daffa, mengatakan penyakit campak  berbahaya bagi anak-anak maupun dewasa.

Jika penyakit tersebut tidak ditangani, akan berdampak pada komplikasi penyakit, seperti radang paru-paru.

Menanggapi jumlah pasien campak di RSUD Raden Mattaher Jambi yang meningkat, dia merasa hal itu perlu waspada.

"Tapi jangan panik, kita perlu menjaga lingkungan sekitar. Kita juga terus hindari kontak dengan orang yang sakit campak,” katanya, Rabu (8/4/2026).

Kata Daffa, jika ada kerabatnya terkena campak, dia segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Kalau ponakan, ya, lebih baik kita sarankan berobat dulu ke rumah sakit atau puskesmas terdekat, supaya bisa cepat ditanganin,” tuturnya.

Dalam sepengetahuannya, vaksin penyakit campak mudah didapatkan. Sebab, vaksinasi bisa dilakukan di rumah sakit, klinik atau puskesmas terdekat.

“Kalau untuk kendala sih paling biasanya entah kendaraan atau mungkin biaya yang enggak pakai BPJS ya. Mungkin itu kendalanya,” jelasnya.

Sebab itu, dia berharap masyarakat menyadari pentingnya vaknisasi, sehingga terjaga dari penyakit tersebut.

“Kemudian, fasilitas kesehatan harus tetap mudah diakses, untuk menangani keluarga atau keponakan yang terkena penyakit campak,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan warga bernama Liony. Dia merasa khawatir terhadap penyakit campak, sebab gampang menular, terutama anak-anak.

Da mengetahui tanda penyakit campak biasanya diawali adanya ruam pada kulit, sehingga menyebabkan demam pada penderitanya.

“Jika tidak ditangani atau dibawa secepatnya berobat, itu bisa berbahaya dan dapat menular,” katanya.

Liony menuturkan, jika ada keluarga atau kerabat yang terkena campak, dia segera membawa ke rumah sakit terdekat, agar mendapatkan penanganan dokter. 

“Kemudian kalau sudah dirawat, keluarga bisa melapor ke RT supaya warga sekitar juga bisa lebih waspada,” tuturnya.

Menurutnya, vaksinasi penyakit tersebut mudah didapatkan di puskesmas atau rumah sakit terdekat. 

Liony berharap agar angka penularan campak turun dan tidak ada penambahan pasien.

“Semoga segera ada penanganan, untuk memperkecil jumlah pasien yang terkena campak tersebut,” imbuhnya.

Gejala Campak

Sebelumnya, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit, dr Anton Tri Hartanto, menjelaskan campak merupakan penyakit menular yang disebabkan virus paramyxovirus.

Dia mengatakan gejala penyakit tersebut diawali dengan batuk disertai demam.

“Kemudian, mata merah dan ruam-ruam pada kulit gitu. Nah, pada saat ketemu kasus seperti ini, campak ini kan cara penularannya melalui droplet atau udara kan, batuk gitu,” jelasnya, pada Selasa (7/4/2026) kemarin.

Saat menjumpai keluarga atau anak yang terkena penyakit campak, Anton menyarankan sebaiknya dilakukan isolasi mandiri.

“jangan pergi ke mana-mana, apalagi ke mall dan sebagainya, itu dapat menyebar secara cepat kalau itu terjadi,” ucapnya.

Anton juga menyarankan agar pihak keluarga atau kerabat saat menemukan kasus itu, segera mendatangi pusat kesehatan terdekat. 

“Boleh di klinik atau di puskesmas, di situ dari petugas Puskes atau klinik dokternya bisa memberikan saran, edukasi apakah cukup berobat jalan gitu atau perlu pelayanan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak perlu cemas, karena pihak rumah sakit telah menyiapkan fasilitas terkait hal itu.

“Yang paling penting itu tenang dan ikutin aturan-aturan yang sudah dikasih arahan dari Dinas Kesehatan setempat,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Kasus Campak di Jambi Meningkat, RSUD Raden Mattaher Tangani Lebih 20 Pasien

Baca juga: Mantan Kepala BPN Tanjab Timur Ditangkap Kejati Jambi, Negara Rugi Rp11,6 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.