Grid.ID - Kabar duka datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rieke Diah Pitaloka. Bagaimana tidak, Rieke baru saja menyampaikan kabar duka atas kepergian orang berpengaruh di Tanah Air yakni Nyak Sandang.
Kabar duka itu disampaikan Rieke Diah Pitaloka di akun Instagramnya @riekediahp pada (07/04/2026). Di unggahan itu, Rieke Diah Pitaloka berduka atas meninggalnya Nyak Sandang.
Ia pun tampak mengunggah foto ucapan duka disertai foto terakhir Nyak Sandang. Di foto itu, Nyak Sandang yang tengah memakai baju pasien.
Ia terlihat memegangi pesawat dengan selang infus di tangannya. Bukan orang sembarangan, pria bernama lengkap Teungku Nyak Sandang itu dikenal sebagai penyumbang pesawat Seulawah RI 01.
Nyak Sandang dikabarkan tutup usia pada (07/04/2026). Ia menghembuskan napas terakhirnya pada 12.20 WIB.
Bersamaan dengan hal itu, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan ucapan duka. Rieke juga memberikan doa agar almarhum diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un."
"Telah berpulang Teungku Nyak Sandang bin Teungku Lamudin (usia 99 tahun), sosok dermawan yang dikenal sebagai penyumbang Pesawat Seulawah RI-01."
"Wafat pada: Selasa, 07 April 2026 Pukul: 12.20 WIB."
"Semoga almarhum husnul khatimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini. Al-Fatihah," tulisnya.
Rieke Diah Pitaloka berduka atas meninggalnya Nyak Sandang, netizen pun turut bersedih. Banyak yang memberi doa atas kepergian sosok berjasa tersebut.
"Innalillahi Turut Berduka Cita Sedalam-Dalamnya," tulis akun @aby***.
"Inalillahi wainnailaihi rojiun... Nyak sandang milik bangsa Indonesia," tambah akun @are***.
"Pahlawan ini. Semoga jiwanya berisitirahat dalam damai abadi," tambah akun @gus***.
Sosok Nyak Sandang
Nyak Sandang adalah salah satu sosok berjasa di Tanah Air. Hal itu karena jasanya sebagai salah satu warga negara yang ikut menyumbangkan harta kekayaannya kepada pemerintah agar bisa membeli pesawat terbang pertama di Indonesia.
Dilansir Kompas.con, Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun menjual sepetak tanah dan 10 gram emas dengan harga Rp 100. Nyak Sandang pun menyerahkan hasil penjualan hartanya itu kepada negara.
Saat itu, Soekarno menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebesar SGD 120.000 dan 20 kilogram emas murni. Dengan uang itu, Soekarno membeli dua unit pesawat terbang yang masing-masing diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002.
Namun, kini tokoh masyarakat Aceh Jaya itu telah mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Desa (Gampoeng) Lhuet, Kecamatan Jaya.
"Iya benar, Nyak Sandang (ayah) meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB," kata Camat Kecamatan Jaya, Syamsuddin Rani, saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Selasa (7/4/2026).
"Kami semua berduka atas kepulangan beliau," ujarnya.