160 Ribu Formasi ASN 2026 Sudah di Kantong Kemen PANRB, Kapan Tes CPNS Dibuka?
Fitriadi April 09, 2026 09:22 AM

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengantongi data sebanyak 160 ribu formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026.

Data formasi CPNS tersebut didapat dari seluruh instansi pusat hingga daerah.

Pemerintah melalui Kemen PANRB berencana membuka penerimaan CPNS pada tahun ini.

Namun belum dipastikan jadwal rekrutmen CPNS 2026.

"Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya," kata Menteri PANRB,  Rini Widyantini melansir Antara, Rabu (8/4/2026).

Rini mengatalan pihaknya sudah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunjang pelaksanaan tes CPNS 2026.

Namun Rini belum bisa mengumumkan kapan tepatnya seleksi CPNS 2026 dimulai. 

Sebelum mengumumkan pelaksanaan seleksi CPNS, Kemenpan-RB terlebih dahulu perlu meminta jumlah formasi beserta kompetensi CPNS yang dibutuhkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.

"Saya enggak bisa mengarang kan. Saya enggak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi," ujar Rini.

Kemen PANRB telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk segera mengajukan usulan kebutuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2026.

Proses pengusulan ini dilakukan secara digital melalui aplikasi e-formasi. 

Prioritas utama pengadaan tahun ini difokuskan pada penguatan program stategis nasional dan peningkatan kualitas pelayanan dasar di masyarakat.

Dalam surat edaran Kemen PANRB, batas akhir pengajuan usulan formasi melalui sistem e-formasi pada 31 Maret 2026.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan pembukaan rekrutmen ASN berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB.

“CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).

Ia juga memastikan bahwa dari sisi anggaran, pemerintah memiliki kapasitas untuk mendukung belanja pegawai, termasuk jika rekrutmen CPNS kembali dibuka tahun ini.

Purbaya mengakui bahwa proses rekrutmen sebelumnya memakan waktu cukup lama. 
Oleh karena itu, pemerintah kini mendorong percepatan seleksi agar kebutuhan tenaga operasional dapat segera terpenuhi.

Lowongan Bea Cukai 2026 untuk Lulusan SMA

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membuka rekrutmen pegawai Bea Cukai dari lulusan SMA/sederajat.

Ada 380 lowongan kerja bagi lulusan SMA untuk memperkuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kebijakan ini diambil guna memenuhi kebutuhan tenaga teknis di lapangan yang semakin mendesak.

Menteri Purbaya mengatakan pembukaan lowongan ini diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kalau di Keuangan sendiri, kita akan buka di Bea Cukai 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kebutuhan di Bea dan Cukai tidak hanya terbatas pada tenaga administratif, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja langsung di lapangan.

Peran tersebut meliputi:

  • Pengawasan barang masuk dan keluar
  • Penugasan di pelabuhan dan bandara
  • Pelayanan kepabeanan secara langsung
  • Respons cepat terhadap aktivitas perdagangan

Kondisi arus perdagangan yang terus meningkat membuat kehadiran petugas lapangan menjadi semakin penting.

Langkah ini diharapkan mampu:

  • Memperkuat pengawasan kepabeanan
  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik
  • Mencegah pelanggaran seperti penyelundupan
  • Mengoptimalkan penerimaan negara

Tips Persiapan Menghadapi Tes CPNS

Sebelum seleksi CPNS dibuka, ada baiknya calon pelamar mempersiapkan diri belajar mulai dari sekarang.

Apa saja yang mesti dipelajari untuk ikut seleksi CPNS?

Melansir fahum.umsu.ac.id, berikut ini panduan lengkap dan tips efektif agar kamu lolos seleksi CPNS 2026, mulai dari persiapan materi, latihan soal, hingga pengelolaan waktu ujian.

Pahami Struktur dan Tahapan Seleksi CPNS 2026

Sebelum memulai persiapan, kamu perlu memahami dulu alur seleksi CPNS 2026. Umumnya, tahapan seleksi terdiri dari:

  • Seleksi Administrasi: Pemeriksaan dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, dan berkas pendukung lainnya.
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): Tes ini mencakup TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensi Umum), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi).
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tes lanjutan sesuai bidang atau instansi yang dilamar, termasuk wawancara dan ujian keterampilan tertentu.

Dengan memahami tahapan ini, kamu bisa menyiapkan strategi belajar yang lebih fokus dan tidak kehilangan arah.

Fokus pada Materi yang Paling Sering Keluar

Agar bisa bersaing, kamu harus menguasai materi-materi inti SKD dan SKB. Berdasarkan pengalaman seleksi tahun-tahun sebelumnya, beberapa materi yang sering muncul antara lain:

  • TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): Pancasila, UUD 1945, NKRI, sejarah nasional, dan bela negara.
  • TIU (Tes Intelegensi Umum): logika, aritmatika, analisis, serta kemampuan verbal dan numerik.
  • TKP (Tes Karakteristik Pribadi): etika kerja, pelayanan publik, tanggung jawab, dan integritas.

Gunakan waktu belajar secara efektif dengan membuat jadwal harian. Misalnya, dua jam setiap malam untuk latihan soal dan satu jam untuk review kesalahan. Cara ini membuat kamu terbiasa dengan pola soal CPNS yang sebenarnya.

Atur Waktu Belajar dan Istirahat dengan Disiplin

Persiapan CPNS bukan hanya tentang belajar keras, tapi juga tentang mengatur waktu secara cerdas.

Buat jadwal belajar mingguan yang seimbang antara materi, latihan, dan istirahat. Misalnya:

  • Hari Senin–Rabu: fokus pada materi TWK dan TIU.
  • Hari Kamis–Sabtu: latihan soal TKP dan simulasi SKD.
  • Hari Minggu: istirahat sambil membaca berita terkini tentang kebijakan pemerintah.

Dengan disiplin waktu yang konsisten, kamu bisa menghindari stres berlebihan dan menjaga konsentrasi menjelang ujian.

Manfaatkan Tryout Online dan Simulasi CAT

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan peluang lolos adalah mengikuti tryout online CPNS.

Saat ini banyak platform menyediakan simulasi CAT (Computer Assisted Test) yang menyerupai ujian resmi.

Dengan mengikuti tryout secara rutin, kamu bisa:

  • Mengetahui kelemahan pada jenis soal tertentu.
  • Melatih kecepatan dan ketepatan menjawab soal.
  • Membiasakan diri dengan sistem penilaian dan batas waktu ujian.

Gunakan hasil tryout sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi belajar ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.