TRIBUNSUMSEL.COM - Pihak Ammar Zoni meminta maaf setelah menyinggung nama Irish Bella dalam pleidoi sidang.
Ammar Zoni sebelumnya membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Dalam pleidoinya, Ammar menyinggung perceraiannya dengan Irish Bella sebagai penyebab kondisi mentalnya hancur.
Kendati begitu, Haldy Sabri merasa geram karena Ammar Zoni menyebut nama sang istri dalam pleidoi tersebut.
Menanggapi hal itu, lewat kuasa hukum Ammar, Jon Mathias menyampaikan permintaan maaf.
Jon Mathias menegaskan ayah dua anak itu hanya berbicara tentang masa lalunya sebagai mantan Ammar Zoni.
"Kalau ada yang tersinggung, keberatan, kita minta maaf ya kan," ucap Jon, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (9/4/2026).
"Tapi Ammar ini bicara fakta pada masa dulunya. Apapun ceritanya secara hukum kan ya Irish memang mantan istrinya," sambungnya.
Baca juga: Geram Nama Istri Diseret, Haldy Sabri Sindir Pleidoi Ammar Zoni: Jangan Lebay Bawa Istri Orang
Menurut Jon, Haldy Sabri harus bisa menerima kenyataan bahwa wanita keturunan Belgia-Sunda itu merupakan mantan istri Ammar.
Ia juga mengatakan tak ada larangan bagi Ammar Zoni untuk bercerita masa lalunya.
"Nah, kemudian kan juga ya kalau ada ibaratnya mungkin yang keberatan ya itu kan risiko juga."
"Karena ya memang Ammar bekas suaminya Irish kan."
"Kalau kita tengok tidak ada juga dalam keputusan pengadilan agama yang melarang untuk Ammar bercerita masa lalunya," paparnya.
Meski begitu, Jon mewajari sikap Haldy Sabri yang keberatan karena nama Irish disebut dalam pleidoi Ammar.
"Jadi, dia bercerita itu kan bukan untuk menyinggung seseorang, dia bercerita peristiwa jalannya hidup dia," terang Jon.
"Ya kan namanya suaminya Irish yang sekarang kalau keberatan ya itu kan memang sah-sah saja. Cuma Ammar tidak ada maksud menyinggung," tambahnya.
Ia juga menegaskan tidak semestinya nama Irish ikut diseret dalam konteks tersebut.
"Harusnya kemarin fokus dulu aja dengan pembelaan… jangan bikin pembelaan lebay dengan membawa-bawa istri orang,” tulis Haldy di Instagram dikutip Senin (6/4/2026).
Haldy menekankan selama ini dirinya tidak pernah mengganggu Ammar Zoni.
"Terkesannya curhat, padahal selama ini kita tidak mengusik, kita jalan sesuai sewajarnya hidup… jangan membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi…," ungkap Haldy.
Kendati demikian, ia tetap menyampaikan doa terbaik untuk putusan yang akan diterima Ammar nantinya.
"Semoga Allah SWT memberi yang terbaik ya putusannya nanti… Aaamiiin," kata Haldy.
Sebelumnya, Ammar Zoni dalam pleidoi menyebut perceraiannya dengan Irish Bella membuatnya semakin terpukul. Bahkan Ammar Zoni sempat menentang perceraian tersebut dan berusaha mempertahankan rumah tangganya. Hingga akhirnya setelah bercerai dari Ammar Zoni, Irish Bella menikah dengan Haldy Sabri.
Saat ini Ammar Zoni tengah tersandung kasus keempatnya atas dugaan peredaran narkoba di dalam rutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta.
Sebelumnya, aktor yang kini terjerat kasus narkoba untuk keempat kalinya itu tak kuasa membendung air mata saat menguraikan kehancuran hidupnya yang kini berada di titik nadir. Suara Ammar bergetar menceritakan momen paling menyakitkan yang menjadi awal mula keterpurukannya. Semua dimulai dari gugatan cerai Irish Bella.
Kabar pahit itu ia terima justru saat dirinya sedang berjuang melawan adiksi di panti rehabilitasi pada kasus keduanya. Bagi Ammar, perpisahan tersebut adalah pukulan telak yang meruntuhkan prinsip hidupnya.
"Sungguh menyakitkan, kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya. Dia meminta saya memberikan talak kepadanya," ujar Ammar.
Ammar merasa dirinya ibarat orang sakit yang butuh dirawat, namun justru ditinggalkan saat paling membutuhkan dukungan.
"Kecanduan adalah penyakit otak kronis. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," kata Ammar.
Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya. Ia menyebut ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar. Momen paling menyayat hati adalah ketika ia diizinkan melihat jenazah ayahnya dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan.
Perasaan bersalah inilah yang diakuinya menjadi pemicu depresi berat hingga ia kembali jatuh ke lubang yang sama untuk ketiga dan keempat kalinya. Puncak emosi Ammar meledak saat ia menyampaikan pesan langsung kepada kedua buah hatinya, Air Rumi Akbar dan Amala Puti Sabai Akbar.
Ia meratapi banyaknya waktu berharga yang terbuang sia-sia di balik jeruji besi, waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melihat mereka tumbuh besar.
"Saya minta maaf kepada anak-anak saya, Air dan Amala, maafkan Daddy ya," ucap Ammar terbata.
Ia membayangkan momen-momen sederhana sebagai ayah yang kini mustahil ia lakukan.
"Seharusnya Daddy ada melihat kalian tumbuh, mengajari kalian, membacakan cerita sebelum kalian tidur, mengantarkan kalian ke sekolah. Maafkan Daddy."
Di hadapan Majelis Hakim, Ammar menyampaikan janjinya sebagai seorang ayah.
"Daddy janji ini yang terakhir, benar-benar terakhir. Daddy janji besok lusa Daddy akan tebus semua waktu yang pernah hilang," tegasnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com