Damkar Jambi Edukasi Lewat “Goes to RT”, 67 Peserta Ikut Simulasi Kebakaran
Heri Prihartono April 09, 2026 02:11 PM


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Suasana Posyandu Bougenville VI, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, pada Senin (6/4/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya.

Tidak hanya pelayanan kesehatan, warga juga mendapatkan edukasi penyelamatan jiwa melalui simulasi penanggulangan kebakaran.

Puluhan warga berkumpul dan mengikuti kegiatan dengan serius. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mencoba langsung cara memadamkan api.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Damkar Goes to RT” yang menyasar lingkungan permukiman.

Program tersebut dilaksanakan di RT 05 dan 06 Kelurahan Sungai Putri, serta RT 15 dan 17 Kelurahan Solok Sipin, dengan total 67 peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Kampung Bahagia, gagasan Wali Kota Jambi, Maulana, yang tidak hanya menekankan kebersihan dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga aspek keselamatan warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan kebakaran.

“Keselamatan adalah bagian dari kebahagiaan. Lingkungan yang aman dari kebakaran merupakan tujuan kita bersama,” ujarnya.

Menurut Mustari, sebagian besar kasus kebakaran di wilayah perkotaan berawal dari kelalaian kecil di rumah tangga.

“Kompor, instalasi listrik, hingga pembakaran sampah merupakan hal sederhana, tetapi berisiko tinggi. Jika masyarakat memahami hal ini, kejadian besar dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

Di Kelurahan Sungai Putri, kegiatan diikuti 34 peserta yang terdiri dari lurah, ketua RT, kader posyandu, hingga masyarakat umum. Sementara itu, di Kelurahan Solok Sipin, sebanyak 33 peserta hadir, termasuk unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori. Warga diperkenalkan dengan aplikasi layanan darurat SiMerah Koja, memahami penyebab kebakaran rumah tangga, serta melakukan praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan alat tradisional.

Koordinator kegiatan, Abdurrahman Anwar, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari tingkat rumah tangga.

“Sebagian besar kebakaran berawal dari hal sederhana di rumah. Kelalaian kecil dapat berdampak besar, sehingga masyarakat harus mengetahui cara pencegahan dan penanganan awal,” ujarnya.

Warga terlihat antusias saat mengikuti simulasi. Beberapa peserta mencoba langsung memadamkan api menggunakan karung basah hingga APAR.

Dari kegiatan tersebut, masyarakat kini memahami nomor layanan darurat pemadam kebakaran serta langkah dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kemandirian warga dalam menghadapi potensi bencana.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton saat terjadi kebakaran, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan awal,” tutup Mustari.

Program ini juga mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran, serta Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 8 Tahun 2003 tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Melalui pendekatan langsung ke tingkat RT, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi berupaya memastikan edukasi menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah.

Di tengah padatnya permukiman Kota Jambi, langkah ini dinilai penting guna meningkatkan kesiapsiagaan warga. Sebab, potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
 
 Baca juga: Setahun Kepemimpinan Maulana–Diza, Program Kota Jambi Bahagia Mulai Tunjukkan Dampak Nyata

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.