Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Lonjakan jumlah penumpang rute Bengkulu–Jakarta dalam beberapa hari terakhir membuat tiket pesawat cepat habis.
Kondisi ini terjadi setelah Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan dinas dan perkantoran.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haykal, mengatakan lonjakan penumpang sudah terlihat sejak dua minggu setelah arus mudik Lebaran.
“Memang kondisi ini terjadi sekitar dua minggu setelah Lebaran. Minggu lalu juga ada libur Paskah yang kemungkinan memperpanjang masa liburan. Tapi untuk minggu ini, demand memang tinggi, terutama untuk rute Bengkulu ke Jakarta,” ujar Haykal saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (10/4/2026).
Lonjakan Penumpang di Atas Normal
Haykal menjelaskan, jumlah penumpang saat ini meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal sebelum Lebaran.
“Normalnya itu sekitar 1.200 sampai 1.300 penumpang per hari. Tapi dua hari lalu itu sudah menyentuh sekitar 1.600 penumpang,” jelasnya.
Lonjakan ini membuat tiket pesawat cepat habis karena jumlah kursi yang tersedia terbatas.
Selain itu, berkurangnya frekuensi penerbangan dari maskapai tertentu juga turut mempengaruhi.
“Memang ada pengurangan flight, sehingga membuat ketersediaan kursi semakin terbatas. Tapi faktor utamanya tetap karena demand yang tinggi,” katanya.
Aktivitas Kedinasan Jadi Pemicu
Menurut Haykal, meningkatnya aktivitas pekerjaan dan kedinasan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan penumpang.
“Sekarang aktivitas kantor sudah mulai berjalan normal kembali. Di awal tahun kemarin sempat ada pembatasan, jadi kemungkinan besar di bulan April ini aktivitas kedinasan meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Ia memprediksi tingginya permintaan ini masih akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Kalau melihat tren, kemungkinan permintaan masih tinggi, terutama untuk perjalanan dinas. Prediksi kami, kondisi ini bisa mulai lebih normal sekitar dua minggu ke depan,” tambahnya.
Meski demikian, pihak bandara belum bisa memastikan apakah lonjakan permintaan akan terus berlanjut atau mulai menurun dalam waktu dekat.
“Kita lihat saja ke depan. Minggu depan sebenarnya masih ada ketersediaan, tapi tergantung apakah permintaannya kembali meningkat atau tidak,” tutup Haykal.