Grid.ID – Aktor sekaligus presenter Anrez Adelio akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan klarifikasi pada Rabu (8/4/2026) malam. Kehadiran Anrez ini merupakan buntut dari laporan hukum yang dilayangkan oleh seorang wanita bernama Priceilda Prillea, atau yang akrab disapa Icel, pada akhir Desember 2025 lalu.
Usai diperiksa selama beberapa jam, Anrez yang didampingi kuasa hukumnya secara tegas membantah seluruh tudingan berat yang diarahkan kepadanya, mulai dari kekerasan seksual hingga ancaman video pribadi.
Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika Icel melaporkan Anrez ke Polda Metro Jaya pada 29 Desember 2025. Dalam laporannya, Icel mengaku menjadi korban kekerasan seksual hingga hamil di luar nikah. Tak hanya itu, Icel juga mengklaim sempat mendapat tekanan untuk melakukan aborsi saat usia kandungannya menginjak 8 bulan.
Icel juga menyebut adanya intimidasi berupa ancaman penyebaran video pribadi oleh pihak Anrez agar hubungan intim di antara mereka tetap berlanjut. Meskipun Anrez sempat mengupayakan jalur kekeluargaan, pihak korban secara tegas menolak damai dan memilih melanjutkan proses hukum.
Menanggapi poin-poin laporan tersebut, Anrez memberikan pembelaan yang bertolak belakang. Ia menegaskan bahwa hubungan yang terjadi antara dirinya dan Icel didasari atas kesadaran penuh dan kemauan kedua belah pihak, tanpa ada unsur paksaan apalagi kekerasan.
"Tadi barusan kita buktikan dengan bukti yang ada, bahwa memang tidak ada kekerasan seksual, tidak ada paksaan, tidak ada ancaman. Ya suka sama suka, datang juga dengan sadar, mau sama mau," tegas Anrez Adelio.
Patahkan Tudingan dengan Bukti CCTV dan Chat
Untuk memperkuat bantahannya, Anrez mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti digital kepada penyidik yang diklaimnya mampu memutarbalikkan narasi yang dibangun pelapor. Bukti tersebut mencakup rekaman CCTV hingga riwayat percakapan.
"Jelas kita kan enggak mungkin hanya berdalih, enggak mungkin hanya ngomong-ngomong doang. Makanya aku selalu menggunakan bukti yang valid. Ada screenshot chat, ada voice note suara, ada video CCTV," jelasnya.
Bukti-bukti ini diharapkan dapat membuktikan bahwa tidak ada intimidasi atau ancaman seperti yang dituduhkan Icel.
Soal Tanggung Jawab dan Tes DNA
Terkait tudingan tidak bertanggung jawab atas biaya persalinan, Anrez merasa difitnah. Ia mengklaim kewajiban finansial sebenarnya sudah ia penuhi, namun ia heran mengapa pihak pelapor tetap menggiring opini negatif di media.
Mengenai bayi yang kini telah lahir, Anrez menyatakan siap melakukan tes DNA untuk memastikan status hukum anak tersebut.
"Dari awal selalu siap (tes DNA). Aku tidak pernah menampik. Justru sekarang pihak sana yang terkesan mempersulit untuk bertemu, padahal dulu mereka yang minta tes DNA," tutup Anrez.
Meski merasa dirugikan secara reputasi, Anrez melalui kuasa hukumnya menyatakan saat ini belum memiliki rencana untuk melaporkan balik Icel atas dugaan pencemaran nama baik, karena masih ingin fokus pada proses klarifikasi yang sedang berjalan.