Netanyahu Singgung Pertempuran Baru dengan Iran di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata
Desy Selviany April 09, 2026 04:29 PM

TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak disebut kalah dalam perang Iran usai ditinggal Amerika Serikat (AS) dalam perundingan gencatan senjata. 

Netanyahu bahkan masih optimis perundingan gencatan senjata gagal sehingga Israel bersama AS bisa memperbaharui perang dengan Iran. 

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu setelah mendapatkan kepastian perundingan gencatan senjata AS dengan Iran. 

Netanyahu membantah bahwa Israel kalah dalam perang dengan Iran. 

Menurutnya sebaliknya bahwa saat ini Iran semakin lemah dan Israel semakin kuat usai peperangan selama 40 hari. 

“Negara Israel telah mencapai prestasi-prestasi besar, prestasi-prestasi yang hingga baru-baru ini tampak benar-benar seperti khayalan,”  

“Iran lebih lemah dari sebelumnya, dan Israel lebih kuat dari sebelumnya,” jelasnya. 

Netanyahu pun meyakini gencatan senjata ini bukanlah akhir dari peperangan dengan Iran. 

Sebab Israel sampai saat ini belum mencapai tujuan yang mereka mau. Sehingga untuk sampai ke tujuan itu, Israel hanya punya dua pilihan yakni dengan kesepakatan atau pertempuran baru.

“Kita masih memiliki tujuan-tujuan yang harus diselesaikan–dan kita akan mencapainya, baik dengan kesepakatan maupun dengan memperbarui pertempuran,” bebernya. 

Padahal sebelumnya Iran dan Amerika Serikat (AS) bersedia gencatan senjata selama dua pekan.

Baca juga: Konsumsi Emas di China Capai 2000 Ton Pada Tahun 2025 Terbesar di Seluruh Dunia

Gencatan senjata ini hasil mediasi dari Pakistan terhadap kedua negara yang bersiteru.

Presiden AS Donald Trump pun telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang diterima kedua belah pihak itu.

Trump mengungkapkan alasan menerima gencatan senjata terhadap Iran yang dibuat oleh Pakistan.

Pernyataan lengkap Donald Trump soal gencatan senjata dua minggu dengan Iran itu dinyatakan Selasa (7/6/2026). 

Trump mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir.

Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Tempur Pakistan Asim Munir.

Para pejabat Pakistan itu disebut meminta Trump agar menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan tunduk pada persetujuan Republik Islam Iran terhadap pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman.

Dari tawaran gencatan senjata tersebut, Trump mengaku setuju untuk menangguhkan pengeboman dan penyerangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu. 

Trump menyebut hal ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi.

Politisi Partai Republik itu menampik bahwa AS mulai kewalahan dengan serangan Iran sehingga menerima gencatan senjata.

Menurut Trump, alasan melakukan hal tersebut adalah karena AS mengklaim telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, serta perdamaian di Timur Tengah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.