Iran Tutup Total Selat Hormuz, Tanker Minyak Putar Balik
Ansari Hasyim April 09, 2026 04:36 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru.

Selat Hormuz dilaporkan ditutup sepenuhnya, memaksa sejumlah kapal tanker minyak berbalik arah di tengah memanasnya situasi kawasan akibat berlanjutnya serangan Israel di Lebanon.

Iran menegaskan, gencatan senjata yang mengecualikan agresi terhadap sekutunya “tidak memiliki makna apa pun”.

Tanker Putar 180 Derajat di Titik Paling Sensitif

Data pelacakan maritim menunjukkan manuver tak biasa sebuah kapal tanker bernama AUROURA. Saat mendekati pintu keluar selat di dekat pantai Semenanjung Musandam, sekitar Khasab, kapal itu tiba-tiba melakukan belokan 180 derajat, kembali ke perairan Teluk yang lebih dalam.

Baca juga: AS Terima Tiga Proposal Berbeda Terkait Iran, Salah Satunya Ditulis Dalam ChatGPT

Fars menyebutkan, manuver tersebut terjadi di jalur super-sensitif antara Pulau Larak dan Semenanjung Musandam, sebuah “titik tersedak” (chokepoint) energi global yang dikenal dengan lalu lintas maritim padat dan kepentingan geopolitik tinggi.

Kontrol Diperketat, Hanya Kapal Iran yang Melintas

Sumber-sumber media Iran dan angkatan laut mengindikasikan, lalu lintas kapal tanker dihentikan, dengan pengecualian terbatas.

“Kami telah menutup Selat Hormuz, dan saat ini hanya kapal Iran atau kapal yang datang dari Iran yang diizinkan melintas,” ujar sumber angkatan laut.

Disebutkan pula bahwa hanya dua tanker sempat melintasi selat dalam kerangka gencatan senjata sebelum Israel dinilai melanggar kesepakatan.

Bahkan selama periode gencatan senjata, pelayaran disebut tidak dimungkinkan tanpa otorisasi langsung dari angkatan bersenjata Iran, menegaskan kontrol Teheran atas koridor maritim tersebut.

Gencatan Senjata Dipersoalkan

Iran menegaskan, setiap negosiasi yang lebih luas harus mengakhiri seluruh operasi militer AS dan Israel di kawasan, termasuk di Lebanon, sebagai prasyarat solusi berkelanjutan.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa gencatan senjata dua pekan tidak mencakup Lebanon, sikap yang oleh pejabat Iran dinilai sebagai pelanggaran langsung dan penghambat de-eskalasi.

Teheran memperingatkan, stabilitas regional kini bergantung pada gencatan senjata yang segera dan komprehensif, termasuk penghentian permusuhan di Lebanon.

Sementara itu, penutupan Selat Hormuz mengirimkan sinyal keras ke pasar energi global: eskalasi politik dapat dengan cepat berubah menjadi guncangan logistik dan ekonomi dunia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.