Bupati Gayo Lues Sambangi Kementerian PUPR Perjuangkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Ansari Hasyim April 09, 2026 04:36 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Edi Laber

SERAMBINEWS.COM - Memasuki hari keempat rangkaian kerja di ibu kota, Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., terus menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan percepatan pemulihan daerah pascabencana.

Upaya tersebut dilakukan dengan menyambangi sejumlah kementerian sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Kali ini, Bupati Gayo Lues melakukan audiensi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bertemu langsung dengan Krisno Yuwono, selaku Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan usulan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), serta berbagai program prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues pascabencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu.

Baca juga: Bupati Gayo Lues Rakor dengan Bappenas RI, Perjuangkan Program Prioritas dan DAK 2027

Ia menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Kita harus melakukan ini karena vital sebagai pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Suhaidi kepada Serambinews.com, Kamis (9/4/2026).

Adapun sejumlah fokus yang diusulkan meliputi perbaikan dan pengembangan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, serta penguatan sistem irigasi yang menjadi tulang punggung sektor pertanian masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hingga kini masih merasakan dampak bencana.

Pada agenda ini, Bupati turut membawa Kepala Dinas PUPR Gayo Lues Kairuddin, Kepala Bidang Bina Marga Suhardi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jakaria, serta Pelaksana Tugas (Plt) Bappeda.

Sementara itu, pihak PUPR melalui Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Wilayah menjelaskan bahwa sumber pendanaan dari pemerintah pusat dapat berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun program Instruksi Presiden (Inpres).

Untuk pengusulan melalui DAK, pemerintah daerah diminta menyiapkan readiness criteria melalui aplikasi Linear yang terintegrasi dengan kementerian terkait.

Sedangkan untuk program Inpres, pemerintah daerah diharapkan dapat menyampaikan usulan secara langsung kepada kementerian teknis.

Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam memastikan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat dapat bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Upaya jemput bola ke pemerintah pusat ini diharapkan menjadi pintu masuk percepatan penanganan, agar kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke pelosok daerah.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.