TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Abdul Hamid, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa bumi mengguncang Adonara Timur, NTT.
Politisi dari Partai Gerindra ini, saat itu berada di kampung halamannya, Desa Terong, Adonara Timur, sedang mengunjungi keluarga. Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum gempa terjadi.
“Gempa datang tiba-tiba dan sangat menggagetkan. Suasana begitu mencekam, terdengar gemuruh dahsyat dari berbagai arah, disertai teriakan histeris warga,” ungkap Abdul saat wawancara via telepon, Kamis (9/4/2026).
Guncangan gempa terjadi beberapa kali dan menyebabkan rumah-rumah pesisir roboh rata dengan tanah.
Baca juga: Warga Panik Usai Gempa Guncang Adonara Flores Timur, Mengungsi dan Tidur di Luar Rumah
Warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berlari menyelamatkan diri meninggalkan sebagian barang di rumah. Banyak korban pun terpaksa berlindung di area terbuka.
Harta benda yang dimiliki masing masing warga dalam rumah tidak sempat diselamatkan.
Para korban kini hanya bisa mengandalkan bantuan dari luar untuk bertahan hidup menghadapi musibah yang dialami.
Abdul Hamid mendesak pemerintah segera mendirikan posko darurat serta menyalurkan makanan, minuman, dan tenda bagi para korban gempa.
“Para korban sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup sementara, karena rumah banyak yang hancur dan persediaan makanan menipis,” jelasnya.
Warga Mengungsi dan Dirikan Tenda Darurat
Sebelumnya, warga Dusun 3 Ebbo, Desa Terong, mendirikan tenda darurat di luar rumah pasca gempa Magnitudo 4,7 pada Kamis dini hari. Ria, seorang warga, menuturkan mereka berlari keluar rumah saat guncangan terjadi pukul 00.12 WIB dan memilih bertahan di luar hingga pagi.
“Tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka-luka. Ibu hamil dan bayi tetap berada di halaman rumah,” ujar Ria. Satu warga sempat pingsan akibat tertimpa lemari, namun berhasil dievakuasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa mengguncang Flores Timur.
Gempa pertama terjadi Rabu (8/4/2026) pukul 23.17 WIB berkekuatan Magnitudo 4,7 dengan episenter 22 km tenggara Larantuka, kedalaman 10 km.
Gempa susulan terjadi Kamis pukul 04.54 WIB berkekuatan Magnitudo 3,8 dengan kedalaman 3 km.
Guncangan dirasakan hingga wilayah Lembata (III MMI) dan Flores Timur (II–III MMI).
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, melaporkan ratusan rumah rusak akibat gempa. Hingga Kamis siang, tercatat 150 rumah rusak di Desa Terong dan Desa Lamahala, serta 20 warga mengalami luka ringan dan berat.
“Warga mengungsi ke rumah kerabat, sebagian membangun tenda darurat di Terong dan Lamahala Jaya. Pendataan masih berlangsung,” kata Ismail.
Pemerintah setempat bersama relawan terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa.