Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meminta persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus harus berjalan jujur, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Keadilan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan proses hukum harus berjalan jujur, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen mendukung penguatan sistem peradilan agar semakin adil dan dipercaya.
"Oleh sebab itu, pelibatan langsung kalangan profesional dengan rekam jejak dan integritas yang kuat sebagai hakim ad-hoc di pengadilan penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan marwah hukum," jelasnya.
Terkait hal itu, dia menyebut berbagai pihak ingin keadilan tidak hanya ditegakkan tapi juga diyakini oleh masyarakat.
Sebelumnya, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi luka bakar yang dialami Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menunjukkan perbaikan signifikan.
Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara menyebut Andrie kembali menjalani tindakan operasi untuk membersihkan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan yang optimal.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan sudah menyurati Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memeriksa empat tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.
Komnas HAM juga telah memanggil Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada Rabu (1/4) untuk berkoordinasi terkait perkembangan kasus tersebut.





