POSBELITUNG.CO - Pemerintah Iran resmi menyodorkan 10 syarat formal kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik secara permanen, menyusul keputusan Presiden Donald Trump menangguhkan serangan udara selama dua minggu.
Poin-poin krusial dalam tawaran tersebut mencakup penghentian perang total di kawasan, pembayaran kompensasi rekonstruksi, hingga jaminan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Negosiasi tingkat tinggi yang dimediasi oleh Pakistan ini dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, menandai titik terang pertama menuju perdamaian di Timur Tengah.
Tawaran ini menjadi titik terang pertama dalam upaya mengakhiri perang besar di kawasan tersebut melalui meja perundingan di Islamabad.
Baca juga: Kalender April 2026: Daftar Hari Libur Nasional dan Penanggalan Jawa-Hijriah Lengkap
Dikutip dari BBC via Kompas.com Rabu (8/4/2026), berikut adalah 10 syarat gencatan senjata yang diumumkan oleh stasiun televisi Pemerintah Iran:
1. Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman.
2. Penghentian total dan permanen perang di Iran tanpa batas waktu.
3. Mengakhiri semua konflik di kawasan secara menyeluruh.
4. Pembukaan kembali Selat Hormuz.
5. Penetapan protokol dan syarat untuk memastikan kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
6. Pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi kepada Iran.
7. Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran.
8. Pelepasan dana Iran dan aset beku yang dipegang oleh Amerika Serikat.
9. Iran sepenuhnya berkomitmen untuk tidak berupaya memiliki senjata nuklir apa pun.
10. Gencatan senjata segera berlaku di semua lini segera setelah persetujuan syarat-syarat di atas.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) waktu Amerika mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Sebelumnya, ia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump.
Trump menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi. Namun, ia memberikan syarat mutlak agar kesepakatan ini berjalan: "Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman," tegasnya.
Tak lama setelah pengumuman Trump, Iran memberi jaminan membuka Selat Hormuz selama dua minggu, dan menyediakan jalur aman bagi lalu lintas maritim di perairan krusial tersebut.
Diumumkan pula bahwa jeda pertempuran ini akan digunakan Iran guna berbicara dengan AS untuk mengakhiri perang, yang dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
"Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X, dikutip dari AFP.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan terpisah mengatakan, negosiasi dijadwalkan berlangsung dua minggu, tetapi dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama para pihak
(Kompas/Tribunnews)