Lapak UMKM di Alun-alun Rantepao Diterjang Badai, Pedagang Rugi Jutaan Rupiah
Imam Wahyudi April 09, 2026 07:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Angin kencang disertai hujan deras menerjang lapak-lapak UMKM di Alun-alun Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (9/4/2026) siang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah tenda jualan rusak dan aktivitas perdagangan terhenti.

Sejumlah pedagang dilaporkan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat kerusakan peralatan dan bahan dagangan.

Pemilik Kedai Dua Putri, Fitri, mengaku dagangannya banyak rusak akibat kejadian tersebut.

“Kue-kue sudah berhamburan, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Ia memperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah, meliputi mesin pres, blender, tenda, hingga bahan jualan yang sebagian besar baru dibeli.

Sementara itu, pemilik Kedai Seblak Prasmanan, yang juga bernama Fitri, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian.

Ia baru datang melihat lapaknya setelah mendapat informasi dari warga.

“Kerugian sekitar jutaan rupiah. Semua barang rusak, mulai dari alat pembakaran, mesin pres, dua tenda, hingga blender,” katanya.

Ia menuturkan, biasanya mulai berjualan pada pukul 16.00 WITA hingga tengah malam.

Namun sebelum sempat membuka lapak, angin kencang datang secara tiba-tiba dan merusak tempat usahanya.

Para pedagang menyebut peristiwa terjadi sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Namanya musibah, tidak bisa diprediksi. Tiba-tiba angin datang dan langsung merusak lapak,” ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat peristiwa terjadi, lokasi relatif sepi karena sebagian pedagang belum mulai berjualan.

Aktifitas jualan di kawasan ini baru dimulai sore hari.

Mati Lampu

Ada tenda yang terbalik dan ada yang bergeser dari tempatnya dihempas angin kencang beriring hujan deras dan petir.

Barang dagangan pun basah dan berserakan.

Kondisi ini juga menyebabkan 'mati lampu' di wilayah Kelurahan Malanggo', Kecamatan Rantepao, diduga karena adanya kabel PLN yang putus. 

Belum diketahui kerugian dari para pelaku UMKM tersebut.

Peringatan Dini

Sehari sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Toraja dan sekitarnya untuk Selasa (8/4/2026).

Dalam rilis resminya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 16.40 WITA.

Wilayah yang terdampak antara lain di Kabupaten Tana Toraja meliputi Saluputti, Bittuang, Bonggakaradeng, Makale, Rantetayo, Mengkendek, Sangalla, Rembon, Makale Utara, Makale Selatan, hingga Masanda dan sekitarnya.

Sementara di Kabupaten Toraja Utara, potensi cuaca serupa terjadi di wilayah Rantepao, Sesean, Rindingallo, Sa’dan, Sanggalangi, Sopai, Tikala, Tallunglipu, Dende Piongan Napo, Buntu Pepasan, Baruppu, hingga Kapala Pitu dan wilayah lain di sekitarnya.

BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.40 WITA.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.

Warga juga diminta menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat disertai petir terjadi.

BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.