TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Para pedagang di Kota Bogor keluhkan harga plastik yang kini tengah melambung.
Mereka dibuat pusing karena harga naik membuat modal usaha dari plastik saja membengkak.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (9/4/2026), di tengah kenaikan harga plastik ini, stok plastik di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor tidak langka.
Ruko-ruko penjual aneka plastik masing-masing terpantau memiliki stok plastik yang banyak.
Namun para pembelinya ramai mengeluh ketika mendengar harganya sekarang karena naik hingga hampir 90 persen.
Seperti yang dialami oleh Ririn, salah satu penjual plastik di Pasar Jambu Dua.
"Pada ngeluh," kata Ririn kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (9/4/2026).
Apalagi banyak dari para pembeli plastik ini yang merupakan pedagang atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ririn mengatakan, ada pelanggannya yang bahkan tak jadi beli, tapi ada pula yang tetap membeli namun jumlahnya dikurangi dari biasanya.
"Iya, berkurang lah belinya," kata Ririn.
"Misalnya dia itu belanjanya Rp6.000 jadi Rp9.000, jadi dia beralih ke yang sedikit," katanya.
Ada pula pembeli yang biasanya membeli kantong kresek plastik, kini memilih kresek versi murah yang lebih tipis dan mudah sobek.
Karena jenis plastik gelap atau hitam ada yang kenaikannya tidak tinggi seperti jenis plastik lain terutama plastik versi bening.
"Misalnya ada yang biasa belanja ini (1 pack keresek merah), ini dulu kan Rp13.000 atau Rp14.000, sekarang Rp22.000. Yang ini (kresek belang) cuma naik Rp1000, jadi pindah ke ini, ke yang tipis," katanya.
Kenaikan harga plastik yang cukup tinggi, kata Ririn, rata-rata merupakan plastik bahan bening.
"Kayak ini nih (kresek bening), ini dulu masih Rp31.000, sekarang udah Rp50.000," ungkapnya.
Sementara diketahui, menurut pemerintah kenaikan harga plastik ini disebabkan oleh gangguan pasokan bahan baku global.
Gangguan pasokan bahan baku global terjadi akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.