Panen Raya Buah Apel, Wali Kota Batu Surati Kementerian Soal Subsidi Pupuk bagi Petani di Pegunungan
Eko Darmoko April 09, 2026 08:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Wali Kota Batu, Wakil Wali Kota, dan Pemerintah Desa Tulungrejo menggelar panen raya buah apel di Dusun Junggo, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (9/4/2026).

Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan panen raya yang menghasilkan berton-ton buah apel itu digelar untuk mendukung penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Selain itu tak kalah penting, panen bersama ini juga sebagai momentum kebangkitan komoditas ikon Kota Batu dan perjuangan semua pihak dalam memperjuangkan nasib petani apel yang setiap tahunnya lahan apel semakin berkurang.

“Ini upaya eksposur untuk menggelorakan semangat bahwa eksistensi apel di Kota Batu masih sangat membanggakan,” kata Nurochman kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (9/4/2026).

Untuk itu, Nurochman dalam waktu dekat akan mengirim surat cinta kepada Kementerian Pertanian.

Surat tersebut berisi kondisi pertanian di Kota Batu dan juga persoalan keterbatasan subsidi pupuk bagi para petani, mengingat saat ini kebijakan pemerintah pusat masih lebih fokus pada sektor pertanian lahan basah.

“Sementara Kota Batu ini pertaniannya hortikultura, maka kebutuhannya pupuk juga harus sampai di tegal (lahan kering), bukan hanya di sawah saja,” terangnya.

Baca juga: Efisiensi Energi, Pemkot Batu Batasi Perjalanan Dinas Luar Kota dan Luar Negeri

Persoalan lain yang akan disampaikan ke Kementerian Pertanian, pembatasan subsidi terhadap komoditas tertentu yang dinilai tidak menjangkau kebutuhan riil petani hortikultura di wilayah pegunungan, seperti di Kota Batu.

“Dalam waktu dekat saya berencana mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait."

"Saya juga sudah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu untuk menyusun laporan komprehensif sebagai dasar permohonan kebijakan yang lebih adil,” jelasnya.

Diharapkan dengan surat cinta dari Pemkot Batu, pusat tahu kondisi para petani dan pertanian di Kota Batu, khususnya dalam mempertahankan ikon kota.

“Kebijakan harus berdasarkan kondisi yang ada, bukan dipukul rata."

"Selama ini para petani Kota Batu bertahan berkat pembiayaan mandiri,” ujar pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju 01 Suherman menuturkan penghapusan subsidi pupuk untuk lahan kering sangat membebani operasional para petani.

“Kami membuktikan apel Batu masih ada. Tapi kami minta pemerintah pusat memperhatikan masalah pupuk. Batu ini bukan kawasan pertanian sawah yang dapat subsidi,” tuturnya.

Baca juga: Trans Jatim Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor Baru, Hubungkan Terminal Arjosari, Batu dan Kepanjen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.