TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dalam rencana merampungkan Jalur Ring Regional Road (R3), Wali Kota Bogor Dedie Rachim berencana akan menyelesaikan pembangunan jalur itu dengan apa yang dia sebut sebagai Bogor Interchange.
Rencananya, interchange atau simpang susun jalan ini berada di dekat Jembatan Cinta atau Jembatan Ceger.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (9/4/2026), jembatan tersebut berada dekat pintu keluar tol yang mengarah ke Baranangsiang, Kota Bogor.
Di bawah jembatan terdapat dua lajur jalan besar yang digunakaj keluar masuk tol.
Di jalur itu juga terdapat putaran arah dari arah Jalan Pajajaran yang hendak melintas ke arah Tajur atau Ciawi dilintasi mobil dan motor.
Rencana interchange ini disampaikan Dedie Rachim ketika menyampaikan rencana merampungkan Jalur R3 pada 2030 mendatang.
"Dalam penyelesaian R3, tentu harus ada ujungnya, jadi bukan hanya jalannya saja, tapi juga bagaimana distribusi lalu lintasnya," kata Dedie Rachim.
Distribusi lalu lintas itu, direncanakan akan dilakulan di interchange.
"Kemarin kami sampaikan usulan ke Pemerintah Pusat, ujung Kota Bogor tidak lagi di Terminal Baranangsiang," katanya.
"Ujung Kota Bogor itu ada di interchange Jembatan Cinta atau Jembatan Ceger," imbuh Dedie.
Distribusi arus kendaraan akan diatur di kawasan interchange tersebut.
"Jadi kita distribusikan kendaraan yang akan ke arah timur dan kendaraan yang akan ke arah barat," katanya.
Dedie mengatakan, rencana tersebut bisa dilakukan atas izin pemerintah pusat.
Namun harus ada kajian yang harus dilakukan sebelum rencana itu dijalankan.
"Pada prinsipnya pemerintah pusat setuju, tapi kajiannya juga harus kita siapkan yang komprehensif," katanya.
"Tinggal nanti bagaimana persoalan-persoalan seperti aset di jalan tol milik Binamarga, milik pemerintah pusat itu bisa kita kelola," ungkapnya.