TNI dan Warga di Bener Meriah Gotong Royong Perkuat Jembatan Darurat Wih Kanis
Mawaddatul Husna April 09, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Personel TNI dari Koramil 01 Bandar bersama masyarakat setempat melaksanakan gotong royong untuk memperkuat struktur jembatan darurat Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Bener Bandar dan Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (9/4/2026). 

Langkah darurat ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan.

Hal ini mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga di dua kecamatan tersebut pasca bencana banjir bandang yang menghancurkan jembatan permanen pada akhir November 2025.

Danramil 01 Bandar, Kapten Inf Arianto, menegaskan bahwa perbaikan swadaya ini dilakukan karena kondisi jembatan darurat berbahan bambu tersebut kian merenggang.

Bergoyang dan membahayakan keselamatan warga yang melintas di atas aliran sungai yang deras.

Kondisi infrastruktur di lokasi terpantau rusak parah dan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor secara bergantian, sementara kendaraan roda empat hingga kini belum bisa melintas. 

"Papannya mulai lapuk, maka itu kita gotong royong bersama memperbaikinya," ujar Danramil.

Selain struktur jembatan yang rapuh, terdapat tanjakan terjal di arah menuju Bandar yang kerap menyebabkan kendaraan petani bermuatan hasil panen gagal menanjak hingga memicu kecelakaan. 

"Maka kita berharap agar jembatan permanen segera dibangun untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan distribusi hasil pertanian yang selama ini terhambat," harap Danramil.

​Di sisi lain, keterlambatan pembangunan jembatan ini memicu kritik tajam terhadap Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Anggota DPRA Desak Pemerintah Pusat Segera Bangun Jembatan Permanen

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani, mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan janji pembangunan jembatan kontainer maupun jembatan permanen yang sebelumnya ditargetkan mulai dikerjakan pada bulan April 2026. 

Salwani menilai keterlambatan yang sudah berjalan hampir lima bulan ini sebagai bentuk pembiaran yang mengancam nyawa masyarakat di 14 kampung di Kecamatan Mesidah yang kini masih terisolasi. 

Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda pengerjaan fisik di lapangan meski janji pengerjaan sebelum dan sesudah Lebaran telah terlewati. (*)

Baca juga: Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Salwani Desak Janji Kementerian PU

Baca juga: Tembok Penahan Tanah Simpang Teritit-Blang Tampu Bener Meriah Roboh, Material Tutupi Jalur Bawah

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Bener Meriah Hari Ini 8 April 2026 Turun, Sentuh Rp24 Ribu/Bambu

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.