Stok Cadangan Pangan Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Tunggu Arus Kas
Ida Ayu Suryantini Putri April 09, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Stok cadangan pangan pemerintah daerah berupa beras, hingga kini masih sisa 17 ton.

Pemerintah Kabupaten berencana melakukan penambahan, namun masih menunggu anggaran.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, menyebutkan saat ini stok beras cadangan pangan berada di kisaran 17 ton.

Jumlah tersebut merupakan sisa dari total stok sebelumnya. 

Baca juga: Pasca Lebaran, Polda Bali Terus Awasi Harga Pangan, Nekat Mainkan HET Izin Usaha Terancam Dicabut

"Sebelumnya stok cadangan pangan kita sebanyak 29 ton. Kemarin sudah digunakan sekitar 11 ton lebih saat terjadi bencana alam di Kecamatan Banjar. Sehingga sekarang tersisa kurang lebih 17 ton," jelasnya, Kamis (9/4/2026). 

Pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan pengadaan tambahan stok sebanyak 7 ton beras pada tahun ini.

Namun, realisasi pengadaan masih menunggu ketersediaan arus kas dari APBD.

Baca juga: DAGING Sapi Tembus Rp146.600 Per Kg, Harga Pangan Meroket Jelang Hari Raya, Beras Relatif Stabil

"Pengadaan biasanya sekitar Juli–Agustus, tergantung kondisi keuangan daerah. Kalau anggaran sudah tersedia, baru kita lakukan pembelian," ucapnya.

Secara regulasi, lanjut Melandrat, Buleleng idealnya memiliki cadangan pangan hingga 50 ton per tahun.

Namun, pemenuhannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

DPKPP bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Swatantra ihwal penyimpanan stok cadangan beras.

Baca juga: JELANG Nyepi &Idul Fitri, Badung Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Perketat Pengawasan Harga Pangan

Meski demikian, keterbatasan fasilitas gudang menjadi tantangan tersendiri.

Kata Melandrat, PD Swatantra belum punya gudang yang representatif untuk menyimpan beras dalam jangka panjang.

Karena itu, mereka juga menjalin kerja sama teknis dengan Rice Milling Unit (RMU)/unit penggilingan padi agar kualitas beras tetap terjaga. 

"Silakan dikerjasamakan lagi, yang terpenting ketersediaan stok tetap terjaga dan siap digunakan sewaktu-waktu, terutama saat kondisi darurat," tandasnya.  (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.