Angka Kematian Pelajar Capai Puluhan, Pemkab Klaten Bergerak Lewat Pelajar Pelopor 2026
Delta Lidina April 09, 2026 09:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Klaten. 

Upaya pencegahan kini diperkuat lewat Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Klaten 2026 yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Kamis (9/4/2026) di Pendopo Pemkab Klaten dan diikuti pelajar SMA Sederajat se-Kabupaten Klaten. 

Disampaikan Kepala Dishub Klaten kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terkait bidang keselamatan lalu lintas jalan kemudian juga untuk membangun kesadaran generasi muda untuk berperilaku tertib berlalu lintas.

Supriyono melanjutkan, tujuan lainnya yakni membangun budaya tertib berlalu lintas atas dasar kesadaran pribadi dan tanggung jawab moral untuk meningkatkan keselamatan hingga menyebarluaskan informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan ke kalangan generasi muda lainnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, data kecelakaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

“Di tahun 2024 itu angka kecelakaan yang mengakibatkan anak-anak muda kita usia sekolah meninggal dunia itu sampai 90-an orang,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Angka tersebut turun pada 2025, namun masih tinggi.

“Tapi Alhamdulillah di tahun 2025 bisa turun kurang lebih menjadi 60-an orang,” lanjutnya.

Sementara di awal 2026, angka korban meninggal sudah mencapai 18 orang hingga Maret.

“Ini warning yang luar biasa,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Pendopo Pemkab Klaten dengan suasana penuh perhatian. Peserta dari berbagai sekolah didampingi guru tampak serius mengikuti paparan, sebagian mengenakan seragam sekolah, sebagian lain mengenakan batik dan pakaian dinas.

Hamenang menyoroti fenomena pelajar yang sudah mengendarai motor di usia dini.

“Kita tahu hari ini anak-anak sekarang itu usia SD, SMP itu sudah naik motor. Itu realitas yang terjadi,” katanya.

Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengubah perilaku.

“Harapan kami bersama, kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang perlombaan saja,” ujarnya.

Melalui ajang ini, pelajar didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.