TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Salah satu warung soto favorit di Banyuwangi, Jawa Timur, Soto H Niti, yang terletak di Jalan Sritanjung, Kelurahan Temanggungan, Kecamatan Banyuwangi, terbakar, Kamis (9/4/2026) sore. Insiden tersebut menyebabkan dua karyawan mengalami luka bakar ringan di bagian wajah.
Peristiwa kebakaran terjadi ketika salah satu karyawan, Ahmad Nurul Huda (38), sedang mengganti tabung gas LPG 3 kilogram yang habis saat digunakan memasak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa saat itu karyawan sedang memasak menggunakan dua kompor secara bersamaan.
“Awalnya karyawan tersebut sedang memasak menggunakan dua kompor secara bersamaan. Karena salah satu tabung habis, ia melakukan penggantian LPG 3 kg,” ujar Edy.
Baca juga: Serapan Pupuk Subsidi Banyuwangi Capai 30 Persen pada Triwulan I 2026, Stok Dipastikan Aman
Saat proses penggantian tabung gas berlangsung, api dari kompor yang masih menyala tiba-tiba menyambar gas yang keluar dari tabung. Api kemudian membesar dan dengan cepat menyambar sejumlah peralatan yang ada di dapur warung.
“Melihat kondisi itu, segera meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian,” kata Edy.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu sekaligus melaporkan peristiwa itu kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima. Lokasi kebakaran dekat dengan Markas Komando Damkarmat sehingga tim dapat segera melakukan penanganan.
Baca juga: Tiga Hari Dilaporkan Hilang, Lansia Ditemukan Meninggal di Kebun Banyuwangi oleh Tim SAR
Setibanya di lokasi, komandan regu terlebih dahulu melakukan pengamatan visual dari jarak aman untuk memastikan sumber api.
“Regu kemudian melakukan tindakan cepat memadamkan dengan dua APAR (6 kg) agar api tidak menjalar karena tabung gas LPG masih terdeteksi bocor,” tutur Edy.
Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pemadaman menggunakan air dari mobil pemadam untuk memadamkan sisa bara di area dapur.
Untuk mengurangi kepulan asap dan panas yang terperangkap di dalam ruangan, petugas juga mendobrak pintu belakang dapur menggunakan kapak.
“Setelah itu tim mendobrak pintu belakang dengan menggunakan kapak agar kepulan asap dan panas keluar,” ujarnya.
Setelah api padam, tim pemadam melakukan proses pendinginan serta pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali (reignition).
Tim investigasi kemudian mengecek kondisi struktur bangunan dapur untuk memastikan keamanan sekaligus menelusuri penyebab pasti kebakaran.
“Selanjutnya, tim investigasi melakukan pengecekan struktur bangunan dapur untuk memastikan tidak adanya potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan memastikan penyebab kebakaran serta taksiran kerugian materi,” ungkap Edy.
Baca juga: Harga Plastik Kemasan Naik 70 Persen, Pedagang Minuman Banyuwangi Mulai Bimbang
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua karyawan warung mengalami luka bakar ringan di bagian wajah akibat semburan api.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran dapur warung soto tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 juta.