Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Seorang pendaki asal Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), tepatnya di Kedah, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Cuaca Gayo Lues Besok 10 April 2026 Diprediksi Alami Hujan Ringan
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, rombongan pendaki yang berjumlah 16 orang tersebut merupakan warga sipil asal Binjai, Sumut, yang didampingi oleh seorang pemandu (guide) dari warga setempat.
Korban dilaporkan sempat mengalami sakit saat berada di kawasan gunung.
Rekan-rekannya kemudian berupaya mengevakuasi dengan membawa korban turun menuju permukiman warga di Kedah, Kecamatan Blangjerango.
Namun, dalam perjalanan turun, korban dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, korban bernama Kris Biantoro alias Bento (49), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Saman Hudi, Tanah Merah, Pasar 4, Kecamatan Binjai Selatan, Sumut.
Baca juga: Prajurit TNI Bantu Bongkar Rumah Warga Tertimbun Material Banjir dan Longsor di Gayo Lues
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo melalui Kapospol Blangjerango, Aiptu Zen Herman yang didampingi sejumlah petugas TNGL dan warga setempat kepada TribunGayo.com pada Kamis (9/4/2026) malam, membenarkan kejadian tersebut.
Kapospol Blangjerango mengatakan bahwa pihaknya bersama petugas TNGL dan warga setempat tengah melakukan koordinasi untuk proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian.
Tim evakuasi telah berkoordinasi dan berkumpul untuk menuju lokasi terakhir rombongan pendaki, setelah sebelumnya sempat melakukan komunikasi melalui telepon seluler.
"Pendaki puncak Gunung Leuser yang meninggal dunia yakni bernama Kris Biantoro Als Bento (49), rombongan pendaki asal Binjai Sumatera Utara itu berangkat atau naik gunung menuju puncak TNGL itu dari Kedah pada tanggal 31 Merat 2026 lalu," ungkap Aiptu Zen Herman. (*)
Baca juga: Percepat Pemulihan Daerah Pascabencana, Bupati Gayo Lues Datangi Kementerian PUPR, Ini yang Dibahas