Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Husni Hamid pada Kamis (9/4/2026).
Musrenbang RKPD 2027 mengusung tema
"Penyediaan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi".
Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Ridwan Salam mengatakan secara umum, pembangunan Kabupaten Karawang pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan tren positif.
Pada indikator makro laju pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,06 persen, menunjukkan perbaikan struktur ekonomi yang tetap resilien
PDRB per kapita mencapai Rp130,65 juta, melampaui target RPJMD dengan kinerja 100,19 persen, yang menunjukkan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat secara agregat.
Kontribusi PDRB Kabupaten Karawang terhadap Provinsi Jawa Barat sebesar 11,10 persen, melampaui target 11,01 persen.
"Hal ini menegaskan posisi Karawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Jawa Barat," kata Ridwan Salam pada Kamis (9/4/2026).
Ridwan menjelaskan, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,08 persen, melampaui target 7,5 persen, capaian ini didukung oleh program perlindungan sosial, bantuan pangan, UHC, dan intervensi pengurangan beban pengeluaran masyarakat.
Demikian pula tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,99 persen, melampaui target 8,04 persen, serta membaik dibanding realisasi tahun 2024 sebesar 8,73 persen.
"Ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar kerja di Kabupaten Karawang," katanya.
Dia melanjutkan, pada indikator ketimpangan, rasio gini sebesar 0,36 melampaui target 0,38, menandakan bahwa distribusi pendapatan masyarakat relatif semakin merata.
Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 73,82 pada tahun 2024 menjadi 74,59 pada tahun 2025, sekaligus melampaui target tahun 2025, 74,06.
"Ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli," kata dia.
Selanjutnya penurunan intensitas emisi GRK masih perlu menjadi perhatian, karena realisasi 4,15 ton CO2eq/miliar masih lebih tinggi dari target 3,34 ton CO2eq/miliar
Pada aspek lingkungan, capaian sangat menggembirakan terlihat pada Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang mencapai 59,4 poin, jauh melampaui target 44,53 poin, atau berkinerja sebesar 133,39 persen.
Ini menunjukkan keberhasilan upaya pengendalian kualitas air, udara, serta pengembangan ruang terbuka hijau.
10.
"Prevalensi Stunting masih perlu perhatian karena belum mencapai target. Data terakhir Tahun 2024 Realisasi sebesar 17,6 persen sedangkan target 12,1 persen," kata dia.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa isu strategis yang harus menjadi fokus dalam RKPD 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, pemerataan kesejahteraan sosial, penguatan konektivitas wilayah, pengurangan risiko bencana, pengendalian emisi dan alih fungsi lahan dan percepatan penurunan stunting.
"Diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, serta mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah," kata dia.
Beberapa tahapan penyusunan RKPD Tahun 2027 telah laksanakan, yaitu Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Dapil, Forum Konsultasi Publik dan Forum Gabungan Perangkat Daerah yang menghasilkan masukan dan saran atas berbagai masalah Pembangunan Daerah terkini.
Setelah pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang hari ini, masih ada tahapan selanjutnya yang harus dilaksanakan yakni sinkronisasi RKPD Kabupaten Karawang dengan RKPD Provinsi Jawa Barat melalui Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Barat, Penyusunan Rancangan Akhir, Review APIP dan Penetapan RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 tepat waktu. (MAZ)