Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
TRIBUNFLIRES.COM, LARANTUKA- Wilayah Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 pada Kamis dini hari (9/4/2026).
Hingga Kamis (9/4/2026) siang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.
BMKG menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.
Dampak Kerusakan dan Getaran
Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan cukup kuat di wilayah Flores Timur dan Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI.
Baca juga: Cerita Anggota DPRD Flores Timur Abdul Hamid Saat Gempa Melanda Adonara Timur
Sebagai informasi, skala IV MMI berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan dapat menyebabkan gerabah pecah atau jendela berderit.
Berdasarkan laporan sementara, gempa ini mengakibatkan dampak kerusakan fisik. Beberapa unit bangunan di area Flores Timur dan sekitarnya dilaporkan mengalami rusak sedang.
64 Gempa Susulan
BMKG terus melakukan monitoring pasca-gempa utama. Hingga Kamis pukul 14.13 WIB, hasil pemantauan menunjukkan tren aktivitas tektonik yang masih berlanjut.
"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 64 aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," tulis BMKG melalui akun media sosialnya..
Imbauan Bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga meminta warga untuk menghindari bangunan yang sudah mengalami keretakan.