TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Di antara api yang mulai padam, seorang lansia ditemukan tak bernyawa.
Wanita berusia 66 tahun berinisial NRR alias Nurul terjebak dalam rumahnya yang dikepung api pada Kamis (9/4/2026) pagi.
Peristiwa tersebut melanda sebuah rumah di Perumahan Mendalo Asri, RT 05, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran ini menelan korban jiwa.
NRR adalah pemilik rumah yang terbakar itu, ditemukan meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan yang hangus dilalap api.
Ia terkepung api, tak bisa menyelamatkan diri dalam insiden tragis itu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, laporan kebakaran pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Muaro Jambi pada pukul 10.05 WIB melalui sambungan call center dari warga bernama Zidan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sekretaris Damkartan, Herman Susilo, langsung menginstruksikan pemberangkatan satu unit armada dari Pos Damkar Jaluko dengan nomor polisi BH 8013 GZ pada pukul 10.08 WIB.
Tim pemadam yang berjumlah empat personel di bawah komando Danru Regu Tiga, M Fadli, menempuh jarak sekitar 17,4 kilometer menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan permukiman padat.
Api menyala besar, menghanguskan rumah yang dihuni Nurul.
Kepulan asap membubung tinggi, sementara warga berkumpul di lokasi,
Petugas pemadam kebakaran Muaro Jambi datang ke lokasi dan langsung melakukan operasi pemadaman.
Pimpinan operasi, Hasbiallah, memastikan api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih jauh.
Namun di balik keberhasilan memadamkan api tersebut, petugas menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.
"Korban ditemukan sudah dengan kondisi hangus terbakar," kata Herman.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi bangunan.
Selama proses penanganan, tidak ditemukan kendala berarti hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 11.55 WIB.
Seluruh personel kemudian kembali ke pos pada pukul 12.22 WIB setelah memastikan situasi aman.
"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan melakukan pengecekan berkala terhadap instalasi listrik guna meminimalisir risiko bahaya di lingkungan tempat tinggal," ungkapnya.
(Tribunjambi.com/Muzakkir)
Baca juga: Analisis Dosen Unja terkait Korupsi Proyek Jalan menuju Pelabuhan Ujung Jabung
Baca juga: Guru SMP di Jambi Dikabarkan Alami Gejala Keracunan setelah Cicip Menu MBG
Baca juga: Waspada Karhutla, Suhu Kemarau di Jambi Tahun ini Diprediksi Lebih Panas
Baca juga: Pedagang di Kota Baru Cekcok dengan Satpol PP karena Tolak Ditertibkan