Wamenhaj Tegaskan Tak Ada Haji Furoda Tahun Ini, Waspada Tawaran via Medsos
Mursal Ismail April 09, 2026 10:36 PM

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah menegaskan tidak ada visa haji furoda tahun ini dan mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji ilegal. 

Hanya dua jalur resmi yang diakui, yakni haji reguler dan haji khusus, dengan antrean sebagai konsekuensi tingginya minat masyarakat.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda pada tahun ini. 

"Enggak ada, jadi tahun ini Arab Saudi tidak mengeluarkan visa haji furoda. Jadi, yang jelas visa yang legal itu namanya visa haji," kata Dahnil, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Karena itu, Dahnil mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tawaran-tawaran keberangkatan haji yang muncul lewat media sosial atau medsos.

Demi mencegah hal itu terjadi, Kemenhaj bersama Polri membentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal yang bertugas menindak segala bentuk modus operandi pemberangkatan haji non-prosedural alias ilegal.

Baca juga: Antrean Haji Hingga 26 Tahun, Pemerintah Bahas Sistem Haji Tanpa Tunggu Puluhan Tahun

"Itu yang mau kami cegah. Makanya kalau itu tetap berulang, maka secara otomatis nanti pihak kepolisian akan melakukan penindakan secara pidana, itu kan modus penipuan," ujar dia.

Dahnil menegaskan bahwa saat ini secara aturan, hanya terdapat dua jalur resmi bagi masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji, yakni haji reguler dan haji khusus.

"Haji itu pasti ngantre dalam konteks kita hari ini, itu haji pasti ngantre. Paling lama sekarang 26, kalau dulu kan ada yang 49, 48, sekarang tuh 26 tahun. Kalau haji khusus itu paling lama sekitar 6 tahun," ucap dia.

Ia mengatakan, sebutan haji T-nol merupakan modus penipuan yang mengimingi jemaah langsung berangkat haji tanpa antre.

"Jadi, mau haji reguler ataupun haji non-reguler itu haji khusus. Tidak ada haji yang T-nol," kata Dahnil.

Menurut Dahnil, panjangnya antrean masa tunggu keberangkatan jemaah tidak terlepas dari jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca juga: Jamaah Haji Bireuen Diminta Waspada Penelepon Gelap

"Semakin banyak itu (pendaftar) semakin lama ngantre," kata Dahnil.

Oleh karena itu, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penerapan model menyerupai sistem pembelian tiket langsung dari kuota yang diberikan Arab Saudi.

"Jadi, kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200.000. Kemudian kita tetapkan harganya berapa, nanti enggak perlu ngantre. Jadi, masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat," kata dia. (*)

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/09/20071541/tidak-ada-haji-furoda-tahun-ini-masyarakat-diminta-waspada-modus-penipuan-di

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.