Didominasi Lansia, 22 Jemaah Haji Beltim Penuhi Syarat Istitaah Kesehatan
Asmadi Pandapotan Siregar April 10, 2026 12:19 AM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- 

Sebanyak 22 jemaah haji asal Kabupaten Belitung Timur tahun 2026 dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci setelah seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat istitaah atau kelayakan kesehatan, Kamis (9/4/2026).

Istitaah merupakan prasyarat mutlak sebelum jemaah diizinkan melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Tanpa surat keterangan dari Dinas Kesehatan, jemaah tidak dapat memproses keberangkatan mereka ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementrian Haji Kabupaten Belitung Timur, Hasmaryati mengatakan pemeriksaan kesehatan tahun ini dilakukan secara mendalam. Hasilnya, seluruh jemaah Beltim dinyatakan layak untuk berangkat.

"Alhamdulillah sesuai hasil pemeriksaan, syarat untuk pelunasan untuk surat berangkat itu kan harus istitaah dulu. Alhamdulillah hasilnya istitaah," ujar Hasmaryati.

Meski semuanya dinyatakan layak berangkat, Hasmaryati memberikan catatan bahwa kondisi kesehatan masing-masing jemaah memiliki klasifikasi yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia yang tahun ini cukup bervariasi.

Hasmaryati menjelaskan terdapat jemaah yang masuk kategori istitaah murni, namun ada juga yang menyandang status istitaah dengan pendampingan. Ia merinci pendampingan ini bisa berupa bantuan orang lain maupun obat-obatan tertentu secara rutin.

"Walaupun ada istitaah dengan pendampingan orang, ada juga yang istitaah dengan pendampingan obat. Kemarin untuk pendampingan ada satu orang," ucapnya.

Bagi jemaah yang memerlukan pendampingan orang, Hasmaryati mengatakan ada mekanisme ahli waris yang sudah terdaftar. Hal ini memastikan jemaah tersebut tetap mendapatkan bantuan selama menjalankan prosesi ibadah haji.

Sementara bagi mereka yang masuk kategori pendampingan obat, Hasmaryati mengatakan jemaah tetap diperbolehkan membawa persediaan obat-obatan pribadi ke sana. Pengawasan akan dilakukan secara ketat oleh tim medis yang menyertai kloter.

"Pendamping obat, ya paling ada obat-obatan tertentu yang mereka bawa nanti ke sana. Nanti yang dampingi ada petugas kesehatan yang ikut jadi petugas tahun ini," ungkapnya.

Hasmaryati menambahkan bahwa tim medis, termasuk perawat, akan bersiaga penuh untuk memantau kesehatan jemaah.

Secara profil, Hasmaryati mengatakan jemaah tahun 2026 ini cukup beragam. Yang menatik ialah adanya jemaah lansia yang sudah menyentuh usia 76 tahun atas nama Juriah. Di sisi lain, ada pula jemaah termuda yang berusia 31 tahun atas nama Mimang.

"Harapan kami sih tetap jaga kesehatan untuk jemaah kita karena memang rata-rata mereka ini kan lansia," ujar Hasmaryati.

Selain pemeriksaan, para jemaah haji Beltim juga diwajibkan mengikuti serangkaian vaksinasi. Proses ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur sebagai pelaksana teknis di lapangan.

Hasmaryati mengatakan setidaknya ada tiga jenis vaksin yang telah disuntikkan kepada para jemaah, yakni vaksin Meningitis, Polio, dan Influenza. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penurunan risiko penyakit menular.

"Vaksin itu ranahnya Dinkes, kemarin itu vaksin meningitis dengan polio, sama ada influenza juga. Itu semua sudah selesai dilaksanakan," ucapnya.

Terakhir, Hasmaryati mengimbau agar para jemaah tidak memaksakan diri dalam melakukan aktivitas fisik yang berlebihan sebelum hari keberangkatan. Istirahat yang cukup dianggap sebagai modal utama keberangkatan. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.