Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang nelayan asal Desa Haria, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu katinting di perairan setempat.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengungkapkan peristiwa membahayakan jiwa tersebut terjadi di sekitar Perairan Desa Haria.
Informasi awal diterima dari Camat Saparua yang melaporkan korban berangkat melaut pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIT.
“Korban diketahui jatuh dari longboat pada Kamis pagi (9/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIT, berdasarkan keterangan nelayan lain yang melihat kejadian tersebut,” jelas Arafah dalam keterangan persnya, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Kapolda Maluku Dukung Penuh Pembangunan Pasar Batu Merah Waterfront City
Baca juga: Polwan Edukasi TPKS dan Tertib Lalu Lintas tuk 60 Siswa TK Anggrek Saumlaki
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh nelayan setempat, namun hingga siang hari korban belum juga ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.30 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Ambon langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Tim bergerak menuju titik koordinat 3°35'14.15"S - 128°37'8.64"E, dengan jarak sekitar 46 nautical mile dari Dermaga BRIN Ambon, arah timur dengan heading 82,89 derajat.
Pencarian intensif dilakukan bersama masyarakat setempat dengan menyisir area sejauh kurang lebih 500 meter dari lokasi korban terjatuh. Namun hingga pukul 18.00 WIT, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
“Operasi SAR hari pertama dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (10/4/2026), dengan harapan korban segera ditemukan,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Roy Souhoka (41), seorang nelayan asal Desa Haria.
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Rescuer Kansar Ambon dan masyarakat setempat.
Peralatan yang digunakan antara lain satu unit RBB milik Kansar Ambon dan sejumlah longboat milik warga.
Tim SAR mengimbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat melaut, guna menghindari kejadian serupa.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan sejak insiden terjadi.