Nostalgia Masa Kecil, Rano Karno Sebut Trem akan 'Dihidupkan' Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
Irwan Wahyu Kintoko April 10, 2026 09:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menghadirkan kembali moda transportasi trem di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan emisi dan memperkuat daya tarik wisata.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebutkan, rencana ini menjadi bagian revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Pemprov memastikan revitalisasi kawasan Kota Tua tetap mengedepankan status wilayah tersebut sebagai kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone.

Baca juga: Bantalan Terbuat dari Kayu Jati, Kekuatan Rel Trem di Proyek MRT Jakarta Bikin Takjub

Pria yang karib disapa bang Doel itu menegaskan komitmen tersebut dalam upaya menata kembali kawasan bersejarah di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara itu.

"Salah satu tujuan (trem) untuk mengurangi emisi, mungkin rencana kami akan membangun trem di Kota Tua itu," kata Rano Karno, Jumat (10/4/2026).

Ia mengenang kembali moda transportasi legendaris yang pernah melintasi jalanan ibu kota pada puluhan tahun silam.

Dia mengaku memiliki memori terhadap eksistensi trem di Jakarta pada masa lampau.

Baca juga: Penemuan Rel Trem di Proyek MRT Jakarta, Arkeolog Ungkap Sejarah Ratusan Kuda Mati

"Dulu, Harmoni Jakarta dari Pasar Baru ke Kota Tua, saya masih umur delapan tahun, saya masih sempat naik trem, trem itu bisa menurunkan emisi," kata Rano Karno.

Kehadiran trem di masa depan diharapkan menjadi solusi ampuh untuk menekan polusi udara sekaligus menambah daya tarik wisata di Kota Tua.

Meski demikian, implementasi rencana pembangunan transportasi berbasis rel tersebut membutuhkan sinkronisasi yang matang dengan proyek strategis lainnya.

Langkah ini diambil agar tidak terjadi tumpang tindih infrastruktur di kawasan yang menjadi jantung sejarah Jakarta tersebut.

Baca juga: MRT Jakarta Bakal Relokasi Rel Trem Sepanjang 1,4 KM yang Ditemukan di Area Konstruksi CP202

"Kami harus mendesain bersama-sama dengan MRT, karena di situ akan menjadi juga jalur MRT," kata Rano Karno.

Revitalisasi kawasan Kota Tua bertujuan memulihkan jati diri Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada nilai sejarah.

Dalam teknis pelaksanaan revitalisasi, kawasan seluas ratusan hektare tersebut akan dibagi ke dalam tiga segmentasi wilayah yang memiliki fungsi berbeda.

Zona inti yang menjadi jantung dari situs bersejarah tersebut akan mendapatkan perhatian pertama, sebelum merambah ke zona pengembangan dan penunjang. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.