TRIBUNNEWS.COM - Perang panas antara Israel dan Hizbullah Lebanon terus meningkat di akhir ini.
Hal ini menjadi sorotan dalam beberapa terkahir ini, terlebih dengan adanya gencatan senjata yang disepakati antara Israel Vs Amerika Serikat (AS)-Israel.
Secara resmi, Israel menegaskan tidak akan menghentikan serangan terhadap Hizbullah.
Hal ini pun dianggap sebagai ancaman serius setara dengan Iran.
Mengutip Al Jazeera, Jumat (10/4/2026) ancaman tersebut sangat terasa di wilayah utara Israel.
Di mana sekitar 1,5 juta penduduk hidup di bawah bayang-bayang serangan roket dari seberang perbatasan Lebanon.
Banyak komunitas di dekat perbatasan kini kosong, dengan warga menunggu situasi aman untuk kembali.
Peningkatan signifikan serangan terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, ditandai dengan intensitas roket yang melintasi perbatasan.
Kota pelabuhan strategis Haifa menjadi target utama, sesuatu yang dianggap penting karena ini merupakan serangan pertama ke kota tersebut sejak kesepakatan antara Iran dan AS mulai berlaku.
(*)