Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Memasuki hari kelima pencarian pada Kamis (9/4/2026), upaya menemukan Riza Kurniawan (28) yang terseret arus sungai di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, masih belum membuahkan hasil.
Hingga sore hari, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban meski area pencarian terus diperluas dan berbagai metode telah dilakukan secara intensif.
Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Pringsewu Agus Purnomo mengatakan pencarian terus dioptimalkan dengan memperpanjang jangkauan hingga ke wilayah Gadingrejo.
“Proses pencarian sudah meluas hingga Jembatan Way Sekampung Mataram, Gadingrejo. Hari ini pencarian dimulai dari Jembatan Rawa Kijing hingga titik tersebut dan ditutup pukul 17.15 WIB,” ujar Agus kepada Tribun Lampung, Kamis sore.
Dalam operasi hari kelima ini, tim SAR gabungan mendapat tambahan lima personel dari Forum Rescue Relawan Lampung untuk memperkuat proses pencarian.
Selain itu, perahu karet milik Basarnas tetap dioperasikan untuk menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Pencarian dilakukan melalui penyisiran jalur air serta pemantauan darat di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban.
Sebelumnya, pada hari keempat pencarian Rabu (8/4/2026), tim gabungan telah memperluas penyisiran hingga beberapa kilometer ke arah hilir menuju Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.
Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari Supriyanto, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh.
“Penyisiran dilakukan dari titik awal kejadian hingga ke hilir untuk memastikan tidak ada area yang terlewat,” katanya.
Selain penyisiran manual, tim juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator guna membersihkan material dan endapan banjir yang diduga dapat menimbun tubuh korban.
Upaya pencarian melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat yang dibagi ke dalam beberapa tim agar proses pencarian berjalan maksimal.
Diketahui, korban bernama Riza Kurniawan alias Eza (28), warga Desa Penengahan, Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, yang berdomisili di Pekon Rantau Tijang.
Ia dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai saat hendak menyeberang sepulang dari sawah, diduga akibat debit air yang meningkat secara tiba-tiba.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)