Pemkab Bintan Akhiri Masa Tanggap Darurat Karhutla, Salurkan 3.000 Ton Air Selama 14 Hari
Mairi Nandarson April 10, 2026 12:07 PM

 

TRIBUN BATAM.id, BINTAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mengakhiri status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan di seluruh wilayah Bintan.

Sebelumnya pemerintah menetapkan tanggap darurat ini selama 14 hari, yakni sejak 25 Maret hingga 7 April 2026 lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Ramlah menyampaikan, keputusan ini diambil karena hujan sudah mulai turun di wilayah Bintan.

Hal ini juga sesuai dengan hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan akan terus terjadi pada April, Mei dan seterusnya. 

"Alhamdulillah sekarang sudah turun hujan di Kabupaten Bintan, meski hanya lokal. Tapi ke depan semoga berlanjut," sebut Ramlah, Jumat (10/4/2026).

Tidak hanya itu, ketinggian air di beberapa waduk di Bintan seperti Waduk Gesek di Kilometer (Km) 20, Kecamatan Toapaya juga sudah bertambah. Ketinggiannya sudah mencapai satu meter lebih.

Sementara, khusus Waduk Sei Jago di wilayah Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kata Ramlah, meski telah turun hujan namun kapasitas debit air belum dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan.

Selama masa tanggap darurat 14 hari, ia mengatakan, Pemkab telah menyalurkan 3.000 ton air bersih ke 9 kecamatan untuk lebih dari15.000-an keluarga dari 24.000 keluarga yang terdampak kekeringan di Bintan.

Setelah berakhirnya masa tanggap darurat ini, ia mengatakan, secara aturan tanggap darurat untuk penyaluran air ke masyarakat seharusnya telah berhenti. 

"Meski begitu kami masih mengakomodir melalui anggaran rutin, namun operasionalnya terbatas," akunya.

Ramlah berharap peran serta semua pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih. 

"Kami ingin peran masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah dapat bersatu padu dalam mengatasi persoalan seperti ini," ujarnya. 

Sampai dengan hari ini, UPT Damkar Tanjunguban bekerjasama dengan BPBD Bintan masih menyalurkan sekitar 5.000 liter air ke warga di Perumahan Telaga Surya, Kampung Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan. 

Seorang warga Bintan, Novia menyampaikan, saat ini belum semua warga Bintan sudah mendapatkan air bersih.

"Beberapa rumah warga di Anggrek Bintan, Toapaya, Kabupaten Bintan belum sepenuhnya mendapatkan air bersih," kata Novia.

Hujan di wilayah ini belum maksimal. Sehingga sumur warga sebagian masih kering.

"Kami meminta bantuan air bersih dari pemerintah. Kami masih kesulitan air bersih," katanya berharap.

( tribunbatam.id/ronnye lodo laleng )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.