Strategi PHE Tingkatkan Ketersediaan Minyak Domestik di Tengah Geopolitik Global
Cak Sur April 10, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dengan meningkatkan ketersediaan minyak mentah domestik. Langkah ini diambil,guna menghadapi tantangan dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Direktur Perencanaan Strategi Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menyatakan perusahaan terus melakukan improvisasi strategis. Salah satu fokus utama adalah revitalisasi aset eksisting untuk memastikan stabilitas pasokan.

"Di tengah tantangan dinamika geopolitik global saat ini, kami terus meng-improve untuk meningkatkan ketersediaan minyak mentah domestik," ujar Edi dalam media gathering Subholding Upstream 2026 di Batu, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (9/4/2026).

Capaian Strategis dan Kontribusi Nasional

Hingga tahun 2025, PHE mencatatkan performa gemilang dengan mengelola 27 persen wilayah kerja operator di Indonesia. Kontribusi ini sangat signifikan terhadap sektor energi di tanah air.

  • Menyumbang 65 persen lifting minyak nasional.
  • Menyumbang 35 persen lifting gas nasional.
  • Produksi migas mencapai 1 MMBOEPD (1 juta barel setara minyak per hari).
  • Pencapaian post-drill di 2 MNK Rokan dan penandatanganan 2 insentif fiskal.

Edi merinci, bahwa lifting minyak pada 2025 mencapai 396 MBOPD, sementara lifting gas berada di angka 1,8 BCFD. Data ini didorong oleh pengeboran di 20 sumur eksplorasi dan 886 sumur eksploitasi.

Target Produksi Migas Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, PHE mematok target ambisius guna memperkuat tulang punggung energi nasional. Perusahaan memproyeksikan kenaikan produksi minyak sebesar 24 persen dan gas sebesar 21 persen.

Target lifting minyak diharapkan naik dari 396 MBOPD menjadi 404 MBOPD. Sementara itu, target gas diharapkan melesat dari 1,8 BCFD menjadi 2,4 BCFD pada akhir tahun 2026.

"Salah satu upayanya melalui revitalisasi aset eksisting, program pengembangan, dan Enhanced Oil Recovery (EOR)," jelas Edi. 

Selain itu, PHE akan memaksimalkan 16 pengeboran eksplorasi, seismik, serta pengembangan CCS/CCUS.

Tiga Pilar Transformasi PHE

Corporate Secretary PT PHE, Hermansyah Y Nasroen, menambahkan bahwa perusahaan fokus pada tiga pilar transformasi utama. Pilar ini menjadi fondasi PHE sebagai pemimpin industri hulu migas.

  • Peningkatan Produktivitas: Menjadi tulang punggung produksi migas nasional secara berkelanjutan.
  • Inovasi Teknologi: Penerapan teknologi mutakhir untuk optimasi operasional aset hulu.
  • Inisiatif Dekarbonisasi: Komitmen pengembangan portofolio energi rendah karbon melalui transisi energi.

Pihaknya berharap, adanya dukungan kuat dari pemangku kepentingan terkait perizinan dan ketersediaan lahan guna kelancaran ekosistem hulu migas di masa depan.

Peran Subholding Upstream Pertamina

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), bertindak sebagai Subholding Upstream yang mengoordinasikan seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas Pertamina. 

Peran PHE sangat vital dalam mengejar target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD), dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.