SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dengan meningkatkan ketersediaan minyak mentah domestik. Langkah ini diambil,guna menghadapi tantangan dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Direktur Perencanaan Strategi Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menyatakan perusahaan terus melakukan improvisasi strategis. Salah satu fokus utama adalah revitalisasi aset eksisting untuk memastikan stabilitas pasokan.
"Di tengah tantangan dinamika geopolitik global saat ini, kami terus meng-improve untuk meningkatkan ketersediaan minyak mentah domestik," ujar Edi dalam media gathering Subholding Upstream 2026 di Batu, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (9/4/2026).
Hingga tahun 2025, PHE mencatatkan performa gemilang dengan mengelola 27 persen wilayah kerja operator di Indonesia. Kontribusi ini sangat signifikan terhadap sektor energi di tanah air.
Edi merinci, bahwa lifting minyak pada 2025 mencapai 396 MBOPD, sementara lifting gas berada di angka 1,8 BCFD. Data ini didorong oleh pengeboran di 20 sumur eksplorasi dan 886 sumur eksploitasi.
Memasuki tahun 2026, PHE mematok target ambisius guna memperkuat tulang punggung energi nasional. Perusahaan memproyeksikan kenaikan produksi minyak sebesar 24 persen dan gas sebesar 21 persen.
Target lifting minyak diharapkan naik dari 396 MBOPD menjadi 404 MBOPD. Sementara itu, target gas diharapkan melesat dari 1,8 BCFD menjadi 2,4 BCFD pada akhir tahun 2026.
"Salah satu upayanya melalui revitalisasi aset eksisting, program pengembangan, dan Enhanced Oil Recovery (EOR)," jelas Edi.
Selain itu, PHE akan memaksimalkan 16 pengeboran eksplorasi, seismik, serta pengembangan CCS/CCUS.
Corporate Secretary PT PHE, Hermansyah Y Nasroen, menambahkan bahwa perusahaan fokus pada tiga pilar transformasi utama. Pilar ini menjadi fondasi PHE sebagai pemimpin industri hulu migas.
Pihaknya berharap, adanya dukungan kuat dari pemangku kepentingan terkait perizinan dan ketersediaan lahan guna kelancaran ekosistem hulu migas di masa depan.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), bertindak sebagai Subholding Upstream yang mengoordinasikan seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas Pertamina.
Peran PHE sangat vital dalam mengejar target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD), dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.