Bacaan Injil Katolik Sabtu 11 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan April 10, 2026 12:45 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Sabtu 11 April 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik.

Sabtu 11 April 2026 merupakan hari Sabtu dalam oktaf Paskah, Santo Stanislaus dari Krakow, Uskup dan Martir, Santo George Gersave OSB, Martir, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 11 April 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 12 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:13-21

"Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Pada waktu itu Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Ketika para pemimpin Yahudi dan tua-tua umat serta ahli-ahli Taurat melihat keberanian mereka, padahal keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka.

Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan para rasul itu berdiri di samping kedua rasul itu mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Maka mereka enyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang. Lalu berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.

Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.”

Setelah kedua rasul itu disuruh masuk lagi, mereka diperintahkan supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga,

sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 118:1.14-15a.16a-18.19-21
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar.

Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bait Pengantar Injil Mzm 118:24
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Injil Markus 16:9-15

Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalan ke luar kota.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman

Dari Keraguan Menuju Iman yang Diutus

Saat Iman Teruji oleh Realita

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak masuk ke dalam salah satu bagian Injil yang sangat manusiawi. Injil Markus 16:9-15 tidak menampilkan para murid sebagai pribadi yang langsung percaya, kuat, dan penuh iman. Justru sebaliknya mereka digambarkan ragu, takut, bahkan tidak percaya ketika mendengar kabar kebangkitan Yesus.

Bukankah ini sangat dekat dengan hidup kita?

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita juga mengalami hal yang sama. Kita percaya kepada Tuhan, tetapi ketika menghadapi kenyataan pahit doa yang terasa tidak dijawab, harapan yang hancur, atau masalah yang tidak kunjung selesai iman kita mulai goyah.

Melalui renungan harian Katolik ini, Tuhan ingin mengajak kita melihat bahwa iman bukanlah sesuatu yang instan. Iman adalah perjalanan. Dan dalam perjalanan itu, Tuhan tidak meninggalkan kita bahkan ketika kita sedang ragu.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Yesus Menampakkan Diri: Kasih yang Mencari

Maria Magdalena: Saksi Pertama yang Tidak Dipercaya

Namun apa yang terjadi?

Para murid tidak percaya.

Ini menjadi ironi yang dalam. Kabar terbesar dalam sejarah keselamatan kebangkitan Kristus justru ditanggapi dengan ketidakpercayaan oleh orang-orang terdekat-Nya.

Dalam refleksi Sabda Tuhan ini, kita diingatkan bahwa sering kali Tuhan berbicara melalui cara-cara yang sederhana, bahkan melalui orang-orang yang mungkin kita anggap biasa. Namun hati yang tertutup membuat kita sulit mengenali suara-Nya.

Dua Murid di Perjalanan: Kebenaran yang Ditolak

Yesus juga menampakkan diri kepada dua murid dalam perjalanan (yang dalam Injil lain dikenal sebagai perjalanan ke Emaus). Mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus yang bangkit.

Namun ketika mereka kembali dan bersaksi, lagi-lagi para murid tidak percaya.

Mengapa begitu sulit percaya?

Karena kenyataan salib masih terlalu kuat membekas. Luka, kegagalan, dan trauma membuat mereka sulit menerima harapan baru.

Bukankah kita juga demikian?

Ketika hidup melukai kita, kita menjadi sulit percaya bahwa Tuhan masih bekerja.

Teguran Yesus: Kasih yang Mengoreksi

Keras Kepala dan Tidak Percaya
Akhirnya, Yesus sendiri menampakkan diri kepada kesebelas murid. Ia menegur mereka karena ketidakpercayaan dan kekerasan hati mereka.

Teguran ini bukanlah tanda kemarahan tanpa kasih. Justru sebaliknya ini adalah tanda bahwa Yesus peduli.

Dalam renungan Injil Markus 16:9-15 ini, kita belajar bahwa Tuhan tidak membiarkan kita tinggal dalam ketidakpercayaan. Ia menegur, mengingatkan, dan memanggil kita kembali.Kekristenan

Teguran Tuhan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangkitkan.

Dari Murid yang Ragu Menjadi Rasul yang Diutus
Setelah menegur mereka, Yesus tidak berhenti di situ. Ia langsung memberi mereka tugas:

Ini luar biasa.

Murid-murid yang baru saja ragu dan tidak percaya justru dipilih untuk menjadi pewarta Injil.

Apa artinya bagi kita?

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Bahwa Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk diutus. Ia mengutus kita dalam proses. Ia memakai kita apa adanya.

Refleksi Mendalam: Ketika Iman Kita Lemah

1. Tuhan Tetap Datang kepada Kita

Yesus tidak menunggu para murid menjadi percaya terlebih dahulu. Ia datang kepada mereka di tengah keraguan mereka.

Dalam hidup kita, Tuhan juga melakukan hal yang sama. Ia hadir dalam doa yang sederhana, dalam Firman Tuhan, dalam Ekaristi, bahkan dalam peristiwa sehari-hari.

Pertanyaannya: apakah kita peka?

2. Keraguan Bukan Akhir dari Iman

Keraguan sering kali dianggap sebagai kelemahan iman. Namun Injil hari ini menunjukkan bahwa keraguan adalah bagian dari perjalanan iman.

Yang penting bukan apakah kita pernah ragu, tetapi apakah kita mau tetap mencari Tuhan di tengah keraguan itu.

3. Kita Dipanggil untuk Mewartakan

Setelah mengalami kebangkitan, para murid tidak dipanggil untuk diam. Mereka diutus.

Dalam konteks kita hari ini, pewartaan Injil tidak selalu berarti berkhotbah di mimbar. Pewartaan bisa terjadi melalui:

Sikap hidup yang penuh kasih
Kejujuran dalam pekerjaan
Kesabaran dalam keluarga
Konten positif di media sosial
Dalam dunia digital saat ini, setiap kita adalah “rasul” di ruang virtual.

Aplikasi Praktis dalam Hidup Sehari-hari

Dalam renungan Katolik hari ini, mari kita mencoba beberapa langkah konkret:

1. Jujur dengan Keraguan Kita

Datanglah kepada Tuhan apa adanya. Katakan dalam doa:

“Tuhan, aku ingin percaya, tetapi bantulah ketidakpercayaanku.”

2. Membuka Hati terhadap Kesaksian Orang Lain

Tuhan sering berbicara melalui orang lain. Jangan langsung menolak.

3. Membaca dan Merenungkan Injil Setiap Hari

Karena iman tumbuh dari mendengarkan Sabda Tuhan.Kekristenan

4. Berani Bersaksi

Mulailah dari hal kecil membagikan renungan harian Katolik ini kepada teman atau keluarga.

Penutup: Dari Ragu Menjadi Percaya, Dari Diam 
Menjadi Diutus

Injil hari ini bukan hanya tentang masa lalu para murid. Ini adalah cermin bagi kita hari ini.

Kita mungkin pernah ragu. Kita mungkin pernah tidak percaya. Namun kabar baiknya adalah:

Yesus tetap datang.

Ia tidak meninggalkan kita dalam keraguan. Ia memanggil kita, menguatkan kita, dan akhirnya mengutus kita.

Maka hari ini, mari kita berkata:

“Tuhan, aku mau percaya. Utuslah aku.” (sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.