Fathina Almahira Sakhi dan 14 Siswa Fajar Harapan Banda Aceh Lolos Seleksi Universitas Luar Negeri
Muliadi Gani April 10, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Prestasi luar biasa dan membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. 

Sebanyak 15 siswa SMAN 10 Fajar Harapan (Farhan) Banda Aceh berhasil meraih Letter of Acceptance (LoA) atau diterima menjadi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Aceh mampu bersaing di tingkat internasional dengan kualitas akademik dan daya saing global yang dimiliki.

Salah satu siswa yang mencuri perhatian adalah Fathina Almahira Sakhi, putri dari pasangan Prof Aliasuddin PhD dan Nanda Rahmi SE MSi.

Lahir di Bireuen pada April 2008 dan tinggal di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Mahira berhasil mengamankan 12 LoA dari universitas luar negeri serta satu LoA dari dalam negeri.

Kampus-kampus bergengsi yang menerima Mahira antara lain Wageningen University & Research, The University of Queensland, Deakin University, Brunel University London, Curtin University, Charles Darwin University, Bond University, Flinders University, University of Wollongong, Coventry University, Macquarie University, University of Tasmania, serta IPB University.

Baca juga: Aceh Tengah Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan UHC BPJS Kesehatan 2026 Kategori Utama

Perjuangan Mahira Menuju Kampus Dunia

Sang ibu, Nanda Rahmi, menceritakan bagaimana perjuangan putrinya Mahira hingga diterima di 12 kampus internasional, dan satu kampus dalam negeri. 

Mahira mempersiapkan diri untuk kuliah di Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) sejak kelas X (1 SMA).

Persiapan akademik dilakukan dengan menjaga nilai rapor, kemudian terkait bahasa, sudah mulai dilatih sejak awal masuk SMA. 

“Sejak awal, memang mau kuliah ke luar negeri dan sudah mempersiapkan diri.

Jadi saat tes IELTS, dia bisa lolos dengan nilai tinggi,” ungkap Nanda saat dihubungi Serambinews.com, Kamis (9/4/2026).

Mahira juga terlibat dalam joint research bersama dosen luar negeri, dengan kontribusi riset yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional bereputasi (scopus).

Tak hanya itu, Mahira selama di SMA terlibat berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, dan  komunitas-komunitas yang fokus pada kegiatan lingkungan.

Misalnya, kegiatan rehabilitasi beberapa wilayah pesisir dengan penanaman mangrove.

Kegiatan sosial seperti ini yang diminta beberapa kampus luar untuk masuk dalam pengalaman leadershipnya.

Kemudian sang anak juga sempat menjadi relawan Satgas Senyar USK waktu banjir besar melanda Banda Aceh pada akhir 2025 lalu.

Meski sudah diterima di banyak kampus, Mahira masih menunggu hasil seleksi Beasiswa Garuda.

SMAN 10 Fajar Harapan sendiri masuk dalam program Sekolah Garuda Transformasi, sehingga Mahira berhak mengikuti seleksi tersebut.

“Pilihan kampusnya nanti ke mana yang lolos di beasiswa, intinya di PTLN yang masuk 100 besar dunia indeks Times Higher Education,” jelas sang ibu.

Baca juga: Mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa Raih Nilai A Sidang Tesis Meski Hidup di Tenda Pengungsian

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Dr Anwar SPd MEd, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa ini.

Menurutnya, keberhasilan siswa meraih LoA dari kampus-kampus ternama dunia menunjukkan kualitas pendidikan Aceh yang mampu bersaing secara global. 

Capaian ini menjadi semakin istimewa karena para siswa tidak hanya diterima di satu universitas, tetapi juga memperoleh multiple LoA dari kampus-kampus unggulan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Singapura, Belanda, Malaysia, dan Hong Kong.

Menurutnya, prestasi ini mencerminkan kualitas akademik, dedikasi, serta daya saing global siswa Aceh dalam menembus institusi pendidikan tinggi bergengsi di dunia.

“Kami sangat bangga atas pencapaian siswa/siswi kami.

Ini membuktikan bahwa siswa/siswi dari Aceh mampu bersaing di tingkat internasional.

Dengan kesungguhan, kerja keras, konsistensi, dan dukungan yang tepat, peluang global terbuka lebar bagi generasi muda kita,” ujarnya.

Dr Anwar menegaskan bahwa capaian ini tidak terjadi secara instan.

Sekolah menerapkan pembinaan jangka panjang sejak kelas X, dengan penguatan akademik, pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL), pendampingan penulisan esai, pengembangan portofolio riset, serta keterlibatan aktif dalam organisasi dan kompetisi internasional.

Strategi ini membentuk profil siswa yang unggul secara akademik sekaligus kompetitif di tingkat global.

Sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi, SMAN 10 Fajar Harapan mengembangkan ekosistem pembelajaran inovatif, kolaboratif, dan berorientasi global.

Siswa didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mencetak generasi unggul yang berkarakter, berwawasan internasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Baca juga: Hasil Riset Mahasiswi Cantik UIN Ar-Raniry, Aceh Itu Toleransi Bukan Sebaliknya

Daftar Siswa Peraih LoA Internasional

Selain Fathina Almahira Sakhi, total sebanyak 15 siswa SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang berhasil meraih LoA internasional di antaranya,

Mohammad Ariel Dhia Asyraaf (University of Toronto, Minnesota University, The University of Queensland, Monash University).

Rafi Hafiz Al Farisi: University of Toronto, UNSW.

Iffah Azka Alia: University of Toronto, University of British Columbia.

Muhammad Fakhri Althaf: NTU, University of Queensland, Monash University, UNSW.

Muhammad Kafka Farras: University of Queensland, Monash University, UNSW, University of Melbourne, HKUST.

Nabil Ghaisan: Monash University.

Rakha Murtadha: University of Queensland, Wageningen University.

Muhammad Fakhri Al Faruq: HKUST, University of Queensland.

Syarifah Ghania Syakil: University of Toronto, NTU.

Azka Alfasa: HKUST, University of Queensland.

Cut Aliya Rifahana: RMIT, University of Wollongong.

Ahza Khairuzi Iqbal: University of Queensland, Monash University.

Fedora Malca: Macquarie University.

Gusti Farhan: Monash University.

Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan Aceh.

Dengan diterimanya siswa-siswi di kampus-kampus bergengsi dunia, Aceh menunjukkan bahwa kualitas pendidikan daerah mampu menembus batas geografis.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berusaha, mempersiapkan diri sejak dini, dan berani bermimpi besar.

Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan ini juga mencerminkan pentingnya dukungan keluarga, sekolah, serta lingkungan yang mendorong siswa untuk berkembang.

Dengan kombinasi kerja keras, konsistensi, dan pembinaan yang tepat, generasi muda Aceh kini memiliki peluang nyata untuk berkontribusi di panggung global.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

Baca juga: Niswatul Khaira Mahasiswi UIA Bireuen Raih Juara 1 Lomba Poster Islam Internasional 

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Global, USK Kirim Mahasiswa ke UKM Malaysia

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.