TRIBUNJAKARTA.COM - Fabio Calonego, jagoan Persija Jakarta yang kerap mencetak gol jarak jauh memiliki motivasi tinggi jelang laga kontra Persebaya Surabaya.
Fabio Calonego sukses mencetak tiga gol jarak jauh dalam empat pekan terakhir.
Terakhir, gelandang asal Brasil itu menunjukkan ketajamannya saat sukses menjadi eksekutor tendangan bebas saat Macan Kemayoran bersua Bhayangkara FC pada 5 April 2026.
Laga seru Persija Vs Persebaya terjadi pada pekan ke-27 Super League 2025/2026, Sabtu (11/4/2026).
Laga panas Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya bakal tersaji Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), kick off pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk menjaga asa juara Super League.
Poin penuh kemenangan sangat dibutuhkan Persija untuk mengejar jarak ke peringkat satu dan dua.
Saat ini, Persija berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 52 poin, tertinggal lima poin dari Borneo FC dan terpaut sembilan poin dari Persib.
Dikutip dari laman resmi klub, Fabio Calonego, menunjukkan sikap optimistis yang mencerminkan semangat juang tim.
Ia menyadari bahwa perjalanan untuk menggapai target tidak selalu berjalan mulus. Yang terpenting, keyakinan harus tetap dijaga.
“Dalam sepak bola, hal-hal tidak selalu terjadi seperti yang kita inginkan. Intinya, kami harus terus bekerja keras. Kami tahu bahwa berjuang untuk meraih gelar juara saat ini penuh tantangan, tetapi selama masih ada kesempatan, kami akan percaya dan berjuang sampai akhir,” ujar Fabio.
Fabio menegaskan bahwa harapan sekecil apa pun tetap layak diperjuangkan. Mentalitas pantang menyerah adalah fondasi utama dalam menghadapi tekanan kompetisi. Terlebih lagi, Persija akan didukung penuh oleh Jakmania di SUGBK.
“Selama masih ada peluang 1 persen, kami akan memiliki keyakinan 99 persen, dan kami akan terus memberikan yang terbaik dan bekerja keras 100 persen setiap hari,” ucapnya.
Disisi lain, Bonek dan Bonita memuji penampilan Riyan Ardiansyah saat Persebaya mengalahkan Persita Tangerang .
Aksinya yang aktif membantu serangan sekaligus disiplin menjaga permainan membuat namanya mendapat sorotan.
Namun, Riyan memilih menyikapi apresiasi itu dengan kepala dingin. Ia tidak ingin larut dalam sanjungan dan langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya menghadapi Persija Jakarta.
Menjelang pertandingan tersebut, Riyan menegaskan bahwa seluruh pemain tengah menjalani persiapan seperti biasa.
Ia ingin memastikan tim datang ke Jakarta dengan kondisi siap bertarung.
“Kami mempersiapkan diri seperti biasa dan fokus menjalani program latihan yang sudah disusun tim pelatih,” kata Riyan dikutip dari laman resmi klub.
Meski Persija menelan kekalahan pada laga sebelumnya, pemain berusia 29 tahun itu tetap menaruh respek tinggi kepada calon lawannya.
Ia menilai Persija tetap menjadi tim kuat yang berbahaya di kandang sendiri.
“Persija adalah lawan yang kuat. Karena itu kami harus bekerja lebih keras dan menjaga konsistensi permainan. Secara pribadi saya ingin memberikan kontribusi terbaik agar Persebaya bisa meraih hasil maksimal,” ujarnya.
Riyan sendiri baru bergabung dengan Persebaya pada bursa transfer paruh musim setelah didatangkan dari Malut United.
Pada awal kedatangannya, ia sempat membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme permainan tim.
Kesempatan bermain yang terbatas sempat menjadi tantangan. Namun, Riyan memilih terus bekerja keras di setiap sesi latihan.
Kepercayaan dari pelatih Bernardo Tavares akhirnya mulai terbayar. Pada laga melawan Persita, ia tampil menonjol dan berkali-kali merepotkan lini pertahanan Pendekar Cisadane.
Dalam pertandingan tersebut, Riyan mencatatkan dua intersep, satu tembakan, serta menciptakan satu peluang emas.
Penampilan itu pun mendapat apresiasi dari Bonek dan Bonita.
“Terima kasih untuk semua Bonek dan Bonita atas dukungan dan apresiasinya. Bagi saya itu menjadi motivasi tambahan untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik setiap kali dipercaya bermain,” ucapnya.
Sejauh ini, Riyan telah mencatatkan total 218 menit bermain bersama Persebaya.
Perlahan, ia mulai menemukan ritme dan semakin nyaman dengan pola permainan tim. Meski mulai mendapat kepercayaan tampil sebagai starter, Riyan tetap menjaga fokusnya.
“Tentu saya senang bisa mendapat kesempatan bermain sejak awal. Tapi yang paling penting adalah bagaimana saya bisa membantu tim meraih kemenangan. Saya hanya berusaha menjalankan instruksi pelatih sebaik mungkin,” katanya.
Riyan juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlena dengan performa yang sedang menanjak.
Baginya, perjalanan masih panjang dan setiap pemain harus selalu siap ketika dibutuhkan tim.
“Sebagai pemain saya harus selalu siap kapan pun tim membutuhkan. Saya berusaha bekerja keras di setiap latihan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih. Soal menit bermain, saya mencoba tetap sabar dan fokus pada proses,” katanya.
Delapan pertandingan terakhir Persija adalah:
11 April: Persija vs Persebaya (Home)
18 April: PSBS Biak vs Persija (Away)
22 April: PSIM Yogyakarta vs Persija (Away)
27 April: Persija vs Persis Solo (Home)
4 Mei: Persijap Jepara vs Persija (Away)
10 Mei: Persija vs Persib Bandung (Home)
16 Mei: Persik Kediri vs Persija (Away)
23 Mei: Persija vs Semen Padang (Home)
Pertandingan melawan Persib pada 10 Mei akan menjadi laga penentu. Jika Persija menang, asa juara tetap hidup, tetapi jika kalah, peluang akan tertutup.
Dengan kondisi ini, Persija harus mengandalkan kerja keras di lapangan dan berharap keberuntungan dari hasil tim lain.
Persija dipastikan tidak diperkuat Jordi Amat dan Thales Lira.
Jordi absen karena kartu merah saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, sementara Thales terkena akumulasi kartu kuning.
Namun Tavares menegaskan hal itu bukan keuntungan bagi Persebaya.
“Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan bagi kami. Jordi dan Thales memang pemain bagus, tetapi Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan mereka,” ucapnya.
Fokus utama Tavares adalah memastikan kondisi skuad Bajol Ijo sendiri. Ia berharap memiliki lebih banyak opsi dibanding laga sebelumnya.
“Saat ini fokus kami adalah melihat pemain mana saja yang tersedia. Kami berharap memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk pertandingan nanti,” pungkasnya.
Dalam laman resmi Persebaya.id, Tavares menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci.
“Kami harus menjaga sikap baik yang ditunjukkan saat melawan Persita. Baik ketika menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola, itu yang membuat kami lebih kuat,” tegasnya.
Sedangkan, Persebaya Surabaya menghadapi badai cedera. Nama-nama antara lain Ernando Ari, Bruno Moreira, Arief Catur, Francisco Rivera, Gali Freitas, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba belum sepenuhnya pulih.
Panitia pelaksana Persija menyiapkan 60 ribu tiket untuk laga klasik melawan Persebaya. Angka ini hasil diskusi dengan PP The Jakmania dan sudah mendapat izin kepolisian.
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, menyebut tiket tersebut termasuk komplimen. Penjualan dilakukan secara online, sementara pemegang KTA The Jakmania mendapat akses khusus mulai 9 April 2026.
Jika tiket terjual habis, Persija berpeluang memecahkan rekor penonton. Rekor sebelumnya terjadi saat menjamu Arema FC dengan 56.898 penonton.
Meski Persija kalah dalam laga itu, The Jakmania tetap tertib. Hal ini menjadi bukti loyalitas suporter terhadap tim kesayangan.
Ferry optimistis antusiasme tetap tinggi meski Persija sedang dalam tren negatif.
“Kemarin memang kami sama-sama kecewa ketika kalah di Lampung, tapi saat komunikasi dengan The Jakmania mereka bilang masih tetap antusias soalnya lawannya Persebaya,” ujarnya.
Perlu Tribuners ketahui, Head to Head dalam sepak bola berarti perbandingan langsung antara dua tim atau pemain, berdasarkan hasil pertandingan mereka sebelumnya.
Duel Persija vs Persebaya di Super League telah tersaji tujuh kali.
Tercatat, Persija Jakarta telah tiga kali kalahkan Persebaya Surabaya, dalam tujuh kali pertemuan.
Sementara Persebaya, baru sekali kalahkan Persija. Sedangkan tiga kali laga Persija vs Persebaya di Super League berakhir imbang.
Di putaran pertama Super League yang lalu, Persija sukses permalukan Persebaya di kandangnya dengan skor 3-1.
Artinya secara Head to Head, Persija unggul dibanding Persebaya. Laga Persija vs Persebaya di Super League di pekan ke-27 Super League diprediksi bakal sengit.
Persija yang baru keok di pekan ke-26 Super League kontra Bhayangkara FC, butuh kemenangan agar bisa kembali bersaing di bursa juara
Kini Persija berada di posisi tiga klasemen Super League dengan 52 poin. Sementara Persebaya, diketahui libas Persita di pekan ke-26 Super League.
Kemenangan itu jadi modal bagus Persebaya, sebelum tandang ke markas Persija.
Saat ini Persebaya berada di posisi enam klasemen Super League dengan 42 poin.
Berikut catatan pertemuan kedua tim:
Persija juga kehilangan dua bek utama, Jordi Amat dan Thales Lira, akibat kartu merah dan akumulasi. Kondisi ini membuat lini belakang Macan Kemayoran harus dirombak.
Kiper anyar Cyrus Margono gagal mencatat debut manis setelah kebobolan tiga gol melawan Bhayangkara.
Sorotan besar tertuju pada sektor pertahanan Persija.
Dikutip dari akun Facebook Jak Revolutin 1928 berikut susunan pemain Persija Jakarta
Persija Jakarta (4-3-3) - Carlos Eduardo; Donny Tri Pamungkas, Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Fajar Faturrahman; Fabio Calonego, Jean Mota, Van Basty Sousa; Maxwell Souza, Allano Lima, Eksel Runtukahu
Pelatih: Mauricio Souza.