TRIBUNNEWS.COM - Frustasi. Kata yang lagi menggambarkan kondisi Dani Carvajal di Real Madrid saat ini.
Bagaiamana bisa seorang legenda dengan karakter kompetitifnya sejak kembali ke Real Madrid tahun 2013 kehilangan tempat utama di posisinya.
Tapi itulah yang terjadi. Musim ini mungkin bisa menjadi akhir dari masa seorang legenda bersama skuad Los Blancos setelah satu dekade lebih dengan segala pencapaian dan prestasi.
Media Spanyol, Marca melaporkan, Dani Carvajal terlibat insiden dengan pemain Castilla yang berlatih dengan tim senior di Valdebebas, yakni Victor Valdepenas.
Carvajal melakukan tekel yang sangat buruk kepada Valdepenas sehingga ia mengalami cedera lutut yang mengharuskannya menepi untuk menjalani pemulihan.
Waktu pemulihan yang dibutuhkan bek yang menjalani debut dengan tim utama Real Madrid pada Desember tahun lalu itu, sampai satu bulan. Bahkan bisa lebih tergantung tingkap keparahan cedera Valdepenas.
Perlakuan itu dianggap menggambarkan perasaan Carvajal. Luapan emosinya karena kurang mendapatkan menit bermain dan kehilangan tempat di line-up Real Madrid.
Wajar saja, Carvajal musim ini harus berkutat dengan masa pemulihan cedera lutut.
Ia harus menjalani dua kali operasi lutut sebelum akhirnya kembali di tahun 2026.
Tapi di saat bersamaan, Real Madrid telah mengembangkan permainannya, dengan transformasi peran Valverde dan juga kembalinya Trent Alexander-Arnold dari cedera.
Hal itu kian menambah sulit Carvajal untuk mendapatkan tempat.
Pertandingan Terakhir
Saat menang atas Atletico Madrid pada 23 Maret lalu, Carvajal bermain selama 64 menit sejak babak pertama sebelum digantikan oleh Alexander-Arnold.
Ketika keluar lapangan menuju bench pemain, ia mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukung Madrid yang memenuhi Stadion Bernabeu.
Mereka menilai, itu adalah tepuk tangan untuk dua penghormatan kepada sang legenda.
Pertama untuk penampilannya yang luar biasa dalam pertandingan tersebut, dan penampilan yang mengesankan selama kariernya dengan Real Madrid.
Tepuk tangan meriah itu mungkin saja menjadi salam perpisahan para penggemar Madrid kepada Carvajal, karena kontraknya akan berkahir musim ini.
Ia tampaknya tidak akan memperbaharui dan menandatangani perpanjangan kontrak.
Momentum itu seakan menyayat hati seorang Carvajal. Namun bagaimana pun, dengan ambisinya, semangatnya yang masih berkobar, ia harus melepaskan tempat utamanya.
Carvajal sedang melewati masa sulit di Real Madrid dalam beberapa pekan terkahir. Khususnya sejak ia kembali setelah cedera lutut.
Hari-hari yang tidak biasa baginya karena kehilangan peran penting sebagai kapten dalam tim, peran di ruang ganti, hingga kondisi tersebut menguji kesabarannya.
Carvajal kini tidak lagi tidak tergantikan seperti dulu.
Lihat saja saat melawan Mallorca dan Bayern Munchen, Carvajal hanya duduk sebagai penghias di bangku cadangan.
Oleh sebab itu, situasi sulit yang sedang dijalaninya saat ini menimbulkan emosi dan mungkin rasa frustasi karena transisi peran dalam tim Los Blancos, klaim sejumlah media Spanyol.
Keterasingannya di bangku cadangan dan tatapan kosongnya setelah kekalahan 2-1 Real Madrid di Son Moix atas Mallorca sudah menjelaskan semuanya.
Ditambah dengan pertandingan melawan Bayern Munchen di mana Real Madrid juga mengalami kekalahan yang apesnya diterima saat bermain di Bernabeu. Momentum itu terulang, dan ini adalah hari-hari yang kelam bagi sang legenda, Dani Carvajal.
(Tribunnews.com/Sina)