SURYA.co.id, SURABAYA – Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 berlangsung meriah dengan partisipasi 1.806 peserta dari seluruh kabupaten/kota.
Ajang yang digelar pada 6–10 April ini mempertandingkan 52 bidang lomba serta dua bidang eksibisi, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas dan pemerataan kompetensi siswa di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan pelaksanaan LKS tahun ini berjalan lancar dan tertib sejak hari pertama.
Baca juga: Ratusan Siswa Unjuk Kemampuan di Lomba Kompetensi, LKS Dikmen Gresik 2026 Dibuka di SMK As Saadah
Ia menilai antusiasme peserta sangat tinggi dan menjadi indikator kuat bahwa ajang ini dinanti sebagai wadah pembuktian kemampuan.
“Sejak hari pertama saya meninjau langsung, seluruh pelaksanaan berjalan baik. Para peserta sangat antusias dan menunjukkan semangat tinggi untuk meraih hasil terbaik,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Jumat (10/4/2026).
Menurut Aries, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kualitas peserta.
Ia menilai kemampuan siswa antar daerah kini semakin merata, menandakan keberhasilan pembinaan yang lebih inklusif.
“Saya melihat skill anak-anak hampir sudah merata di seluruh daerah. Kualitas dan mutu siswa semakin baik karena apa yang mereka kerjakan sudah sesuai dengan standar kompetensi masing-masing bidang,” tambahnya.
Pelaksanaan LKS Dikmen 2026 tersebar di sejumlah lokasi, meliputi 21 SMK di Surabaya, satu SMK di Sidoarjo, dan satu SMK di Blitar.
Berbagai bidang yang dilombakan mencakup sektor teknologi, industri, kreatif, hingga layanan, seperti CNC Milling, Cyber Security, Cooking, hingga 3D Game Art.
Aries menegaskan, peningkatan kualitas ini menjadi modal penting bagi Jawa Timur dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Terlebih, pelaksanaan LKS tingkat provinsi dilakukan lebih awal agar para pemenang dapat mengikuti training center (TC) sebagai persiapan lanjutan.
Ia juga menjelaskan, sejak tahun lalu nomenklatur LKS berubah menjadi LKS Dikmen karena melibatkan tidak hanya siswa SMK, tetapi juga SMA sederajat pada beberapa cabang lomba.
“Beberapa bidang lomba seperti 3D Game Art diikuti siswa SMA. Ini menunjukkan ruang kompetensi semakin terbuka luas,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menutup ajang tersebut menyebut LKS merupakan instrumen penting dalam menjaring dan memetakan kompetensi siswa lintas jenjang pendidikan.
“LKS ini penting untuk melakukan seleksi kompetensi siswa SMK maupun SMA. Ini adalah ruang strategis untuk menunjukkan kualitas talenta Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah optimistis ajang ini mampu mendorong lahirnya talenta unggul yang siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Ia menyebut keberhasilan Jawa Timur meraih juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut sebagai bukti sistem pembinaan yang berjalan efektif.
“Tiga tahun berturut-turut juara umum bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha serta industri (DUDI) dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan kerja.
“LKS adalah arena latihan, sementara industri adalah panggung sesungguhnya. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dan industri menjadi kunci,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang LKS Dikmen Jatim 2026 mendapatkan uang pembinaan dengan total jutaan rupiah serta kesempatan mengikuti TC untuk menghadapi LKS tingkat nasional.
Para juara nasional nantinya berpeluang mewakili Indonesia dalam ajang internasional seperti WorldSkills.
Selain penutupan LKS, Khofifah juga meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi 50 satuan pendidikan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, serta menyerahkan bantuan pendidikan bagi siswa pra sejahtera.