TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah pedagang pakaian di Mall Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluhkan penurunan pembeli dalam beberapa tahun terakhir.
Maraknya tren belanja online membuat omzet pedagang merosot hingga mengancam kelangsungan usaha mereka.
Kondisi tersebut dirasakan oleh Rina, salah seorang pedagang pakaian anak hingga dewasa.
Ia mengaku jumlah pengunjung yang datang ke kiosnya terus berkurang, bahkan dalam sehari sering tidak ada barang yang terjual.
"Dulu orang datang ke sini sampai ratusan. Kalau sepi paling puluhan orang, tapi masih dianggap ramai. Sekarang kondisinya sangat sepi karena banyak penjual di luar mall dan juga toko online pakaian,” kata Rina, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Aktivitas Belanja Online Makin Digandrungi Jelang Ramadan 2023, Ini e-Commerce yang Jadi Favorit!
Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat serta munculnya berbagai merek pakaian yang populer di media sosial membuat produk yang dijual di kiosnya semakin jarang diminati.
Penurunan omzet tersebut membuatnya khawatir tidak mampu mempertahankan usaha.
Ia mengaku pendapatan yang diperoleh sering kali tidak cukup untuk menutup biaya operasional, termasuk sewa kios, dan kebutuhan sehari-hari.
“Pendapatan turun sekali sampai bikin kami khawatir. Kadang tidak ada pembeli sama sekali, sementara biaya sewa dan kebutuhan lain tetap harus dibayar,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Tina, karyawan toko pakaian di kawasan Pasar Basah Mandonga.
Baca juga: Cerita Pedagang di Kendari Jual Ayam Rp70 Ribu, Sebut Penyebab Harga Naik, Minta Solusi Pemerintah
Ia menyampaikan pengunjung yang datang umumnya hanya melihat-lihat tanpa membeli barang.
Kondisi tersebut dirasakan sejak 2023, bahkan menjelang lebaran yang biasanya ramai, tetap saja sepi.
Sehingga, pemilik toko yang dijaganya kesulitan menutupi biaya operasional.
“Bahkan, beberapa pekerja akhirnya terpaksa dirumahkan karena usaha tidak lagi mampu membayar gaji seluruh karyawan,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)