TRIBUNSTYLE.COM - Belakangan ini antusiasme publik terhadap 'Aldis Burger', lini bisnis kuliner milik Aldi Taher membludak.
Fenomena ini bahkan memicu situasi "perang kuota" yang kompetitif layaknya berburu tiket konser.
Para calon pembeli kini harus saling beradu cepat untuk mendapatkan jatah pesanan yang terbatas setiap harinya.
Sejak resmi beroperasi pada Januari lalu, gerai Aldis Burger nyaris tidak pernah sepi dari kepungan pengunjung, hingga sering kali menciptakan antrean panjang yang mengular di lokasi.
Manajer Toko Aldis Burger, Gamma Atletika, mengungkapkan bahwa ledakan minat masyarakat yang jauh di luar ekspektasi ini memaksa pihak manajemen untuk terus memutar otak dalam menyesuaikan sistem penjualan.
Hal ini dilakukan demi memastikan operasional harian tetap berjalan kondusif.
Ia pun mengakui pihaknya sempat terkejut dan tidak menyangka akan mendapatkan respons yang sedemikian masif dari masyarakat.
Baca juga: Aksi Aldi Taher Datangi Balai Kota Jakarta, Pramono Anung Girang Diberi Burger, Interaksi Tuai Sorot
“Alhamdulillah banget, nggak nyangka di luar ekspektasi kita. Antusias customernya lebih-lebih banget,” ujar Gamma kepada Warta Kota di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Besarnya animo pelanggan terpantau jelas dari keteguhan mereka yang rela mengantre panjang hingga mengikuti sistem pre-order (PO) demi mencicipi menu yang ditawarkan.
"Sampai mereka punya effort untuk ngantri, untuk mau ikut PO. Masya Allah banget sih,” ucap Gamma.
Namun, di balik gelombang permintaan yang masif tersebut, terdapat batasan operasional yang tidak bisa dielakkan.
Guna menjaga kualitas, kuota penjualan harian dibatasi hanya pada kisaran 50 hingga 80 porsi, menyesuaikan dengan ketersediaan bahan baku segar yang tersedia.
"Kita sesuaikan dengan stok bahan baku yang ada di outlet. Jadi bisa sekitar 50 sampai 80,” jelasnya.
Keterbatasan kuota inilah yang akhirnya menyulut persaingan sengit di kalangan pelanggan.
Tak pelak, jatah harian tersebut selalu ludes dalam sekejap mata, hingga memaksa banyak peminat harus gigit jari karena kehabisan stok.
“Pasti habis,” tegas Gamma singkat.
Situasi ini membuat sistem pembelian diubah menjadi pre-order untuk mengurangi antrean panjang.
Pelanggan yang ingin membeli harus memesan terlebih dahulu dan baru bisa mengambil pesanan di hari berikutnya atau bahkan beberapa hari setelahnya.
“Teman-teman bisa order sekarang, itu bisa diambil besok. Tapi kalau kuota habis, kita masukkan ke hari selanjutnya,” jelas Gamma.
Meski demikian, sistem ini justru semakin memicu euforia di kalangan pembeli.
Tak sedikit yang rela menunggu hingga H+3 atau H+4 demi mencicipi burger yang tengah viral tersebut.
Di sisi lain, banyak pelanggan datang langsung ke lokasi dengan harapan masih ada sisa kuota.
Namun kenyataannya, sebagian besar harus pulang tanpa membawa hasil.
“Mohon maaf sekali untuk teman-teman yang sudah jauh-jauh datang, ternyata nggak kebagian,” tutup Gamma. (m30)
(TribuStyle.com/WartaKotalive.com)