TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKSP) Sulawesi Tenggara (Sultra) terendam banjir, Jumat (10/4/2026) sore.
Lokasi kantor tersebut berada di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Bekas Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra ini bersebelahan dengan Kejaksaan Negeri atau Kejari.
Pantauan TribunnewsSultra.com pukul 16.24 Wita, banjir setinggi 80 sentimeter ini tak hanya merendam gedung kantor.
Tetapi juga merendam beberapa kendaraan roda empat milik Kejari dan DKSP.
Baca juga: Banjir Terjang Jalan Trans Sulawesi di Asera Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Warga: Air Mulai Surut
Di lokasi tersebut, terlihat beberapa orang berupaya mendorong mobil yang terendam untuk dievakuasi keluar area perkantoran.
Diketahui, hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Sehingga, tidak semua pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian bekerja dari kantor.
Plt DKSP Sultra, Andi Syahrir mengatakan, awalnya dia bersama beberapa staf sedang mengadakan rapat di lantai dua.
Kemudian hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Lulo kurang lebih satu jam.
Baca juga: Hujan Deras 1 Jam Rendam Jalan Tunggala Dalam Kendari, Warga Sebut Sudah Jadi Langganan Banjir
Andi Syahrir mengaku kaget saat mendapati ruangan di lantai satu mulai digenangi air sekira pukul 15.00 Wita.
"Pas kita selesai rapat, turun, loh (air) sudah masuk ke dalam, biasanya hujan seperti itu tidak ngaruh," katanya kepada TribunnewsSultra.com.
Dia mengatakan penyebab banjir diduga karena bangkai pohon yang ditebang dan menyumbat saluran air.
Posisi batang pohon itu berada di selokan samping Drive Thru Bank Mandiri yang jaraknya 100 meter dari Kantor DKSP.
Akibatnya, aliran air hujan meluap dan mengarah ke area kantor.
Baca juga: Viral Aksi Warga Tebar Pukat Ikan di Genangan Air Jalan Rusak Tampo Muna, Sindir Pemerintah
Meski demikian, petugas DLHK Kendari telah turun ke lokasi untuk mengevakuasi batang kayu tersebut.
Andi Syahrir mengaku khawatir genangan air merendam bagian server Diskominfo.
"Mudah-mudahan tidak apa-apa, kita belum cek karena berat, tidak bisa kita geser-geser," ujarnya.
Dia menambahkan, salah satu cara agar banjir segera surut yaitu dengan menjebolkan pagar bagian samping kantor dan alat penyedot air. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)