Ngaku Ditipu Suami Jadi-jadian, Intan Ternyata Tahu Calonnya Bukan Laki-laki, Ngebet Minta Dinikahi
Vivi Febrianti April 10, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Intan Anggraeni (28) yang awalnya mengaku ditipu oleh suami sesama jenis ternyata pernah nyaris ingin mengakhiri hidup.

Hal itu terjadi saat Rey (36), meminta mengakhiri hubungan sebelum melakukan pernikahan siri.

Namun menurut Rey, Intan saat itu mengancam ingin mengakhiri hidup.

Rey juga menyebut kalau Intan lah yang selama ini ngebet ingin dinikahi.

Padahal kata dia, Intan tahu kalau dirinya bukan laki-laki tulen.

Kasus perselisihan pernikahan siri sesama jenis di Malang, Jawa Timur, memasuki babak baru.

Rey (36), sosok yang dilaporkan oleh istri sirinya, Intan Anggraeni (28), kini angkat bicara dan memberikan pembelaan menohok.

Rey secara tegas membantah telah melakukan penipuan identitas.

Sebaliknya, ia mengaku telah mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah untuk membantu kebutuhan finansial Intan selama hubungan mereka berlangsung. 

Rey, yang akrab disapa Yupi Rere, menyatakan bahwa sejak awal perkenalan, Intan maupun keluarganya sudah mengetahui identitas aslinya sebagai seorang perempuan. 

Rey menjelaskan, pernikahan siri antara dirinya dengan Intan itu digelar pada 3 April 2026 atas dasar saling tahu.

Ia menambahkan bahwa hubungan mereka tidak dibangun di atas kebohongan. 

Rey menyebut Intan (yang juga dikenal sebagai Vela) sudah mengenalnya sejak bertemu di sebuah kafe di Kota Batu. 

"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," tegasnya.

Diketahui sejak Awal, KTP Asli Klaim Kucurkan Rp 200 Juta untuk Lunasi Utang Dalam penjelasannya, Rey menyebut adanya motif ekonomi di balik perselisihan ini.

Ia mengaku kerap membantu melunasi utang-utang pribadi Intan selama mereka menjalin hubungan. 

Rey menaksir total dana yang telah ia berikan kepada Intan mencapai angka fantastis.

Ia pun mengklaim memiliki bukti fisik atas aliran dana tersebut.

"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya. Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta," ungkap Rey.

Konflik ini mencuat setelah Rey sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji ketulusan hubungan mereka. 

Baca juga: Sosok MH Dosen Akper yang Dibunuh Pasangan Sejenis di Taput, Ternyata Pisah Ranjang dengan Istri

Menurutnya, sesaat setelah aliran dana dihentikan, hubungan mereka mulai retak hingga berujung pada laporan polisi oleh pihak Intan. 

Terkait alasan tetap melanjutkan pernikahan siri meski ada keraguan, Rey mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum hari pernikahan. 

Namun, ia merasa tertekan oleh situasi di lingkungan Intan.

"Saya sudah pernah ngajak udahan tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan, akhirnya situasi jadi tidak kondusif," imbuhnya. 

Lapor Balik atas Dugaan Pemerasan 

Tidak tinggal diam atas laporan Intan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan pemalsuan dokumen, Rey resmi melaporkan balik istri sirinya tersebut ke Polres Batu pada Rabu malam (8/4/2026).

Rey melaporkan Intan atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan. 

Ia merasa narasi yang viral di media sosial telah menyudutkan dirinya dan tidak sesuai fakta lapangan. 

"Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan. Ada beberapa kasus juga, tapi nanti biar lawyer-ku yang menjelaskan," kata Rey.

Versi Intan: Baru Tahu Saat Malam Pertama

Di sisi lain, Intan Anggraeni tetap pada pendiriannya bahwa ia tertipu oleh penampilan fisik Rey yang menyerupai laki-laki.

Ia mengaku baru menyadari identitas asli Rey setelah pernikahan berlangsung.

"Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua," kata Intan saat diwawancarai terpisah.

Pihak keluarga Intan, melalui perwakilannya Eko NS, juga mencurigai adanya indikasi tindak pidana lain, termasuk dugaan perdagangan orang karena Intan sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja dengan alasan berobat.

Saat ini, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan dari kedua belah pihak.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.