Perkembangan Terbaru Kasus 4 Kuli Proyek Tewas di Pembangunan Gedung Jagakarsa
Desy Selviany April 10, 2026 07:35 PM

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q  

TRIBUNDEPOK - Polisi mengungkapkan perkembangan terbaru kasus empat kuli proyek tewas dalam proyek pembangunan gedung bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  

Hingga Jumat (10/4/2026) Polisi masih terus mendalami kasus kecelakaan kerja yang menewaskan empat pekerja bangunan dalam insiden di proyek gedung bertingkat  

Terbaru, mandor proyek telah menjalani pemeriksaan, sementara pemilik gedung masih ditunggu kehadirannya. 

"Mandor sudah diperiksa. Pemilik masih dipanggil," ujar Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026). 

Pemeriksaan terhadap mandor telah dilakukan penyidik pada Kamis (9/4/2026). 

Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah pertanyaan diajukan untuk mendalami kronologi dan tanggung jawab dalam insiden yang menewaskan empat pekerja tersebut. 

Kendati demikian, tak diketahui pasti berapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada mandor. 

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi 4 Kuli Proyek di Jagakarsa Tewas, 3 Lainnya Dirawat

"Di penyidik," tutur eks Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan tersebut. 

Sementara itu, pemilik gedung juga dijadwalkan diperiksa pada hari yang sama, tetapi belum hadir. 

Sebelumnya, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan melakukan uji sampel gas dan air terkait tewasnya empat pekerja di proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan mengatakan, pengambilan sampel dilakukan di dalam bak penampungan yang diduga menjadi lokasi paparan zat berbahaya penyebab kematian korban. 

"Dari pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut," katanya, Rabu (8/4/2026). 

Menurut Indra, uji tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan sumber gas yang menyebabkan para pekerja meninggal dunia. 

Pihak kepolisian akan menyampaikan hasil uji laboratorium kepada publik setelah pemeriksaan selesai dilakukan. 

"Untuk hasilnya akan diinformasikan apabila sudah ada hasilnya," tutur dia. 

Sebelumnya, pekerja proyek di TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hingga menewaskan empat orang, tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat kejadian berlangsung.  

Hal tersebut terungkap berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan jajaran Polsek Jagakarsa. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari anggota piket yang menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD," kata Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan, kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). 

Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran keselamatan kerja dalam peristiwa ini. 

Termasuk untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk dugaan adanya paparan gas berbahaya. 

Ia menuturkan, penanganan kasus saat ini dilakukan Unit Reskrim Polsek Jagakarsa dengan supervisi dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. 

“Perkara ini masih ditangani oleh Polsek Jagakarsa, sementara kami dari Satreskrim melakukan asistensi dan supervisi,” ujar Indra. 

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi dari pihak pengawas proyek, yakni mandor dan pengawas besi.  

Pemeriksaan terhadap pihak perusahaan pemilik bangunan dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang. 

Terkait penyebab kematian, polisi belum dapat memastikan jenis gas yang diduga menjadi faktor utama dalam insiden tersebut.  

Namun, sejumlah pihak telah melakukan pengujian di lokasi kejadian. 

“Dari Kementerian Tenaga Kerja, Disnaker DKI Jakarta, serta Laboratorium Forensik Bareskrim Polri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengambilan sampel gas maupun air,” jelasnya.  

Sebelumnya, empat pekerja bangunan yang tewas saat membersihkan tempat penampungan air di proyek gedung di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan meninggal akibat sesak napas. 

“Penyebabnya karena sesak napas,” ujar Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, Selasa (7/4/2026). 

Ia menambahkan, tidak ditemukan luka pada tubuh korban meski sempat terjatuh ke dalam tangki air sedalam tiga meter. 

"Tidak ada luka," kata eks Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan tersebut. 

Adapun peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Nurma menjelaskan, peristiwa bermula saat mandor memerintahkan pekerja menguras penampungan air (glonteng) di basement proyek.  

Baca juga: Hasil Optopsi Kematian 4 Kuli Proyek di Jakarta Selatan Telah Keluar

"Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement," terang Nurma, Jumat (3/4/2026). 

Saat bekerja, para korban diduga terjatuh dan terperosok ke dalam penampungan tersebut. 

“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar glonteng," kata Nurma. 

Para korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.  

Keempat korban meninggal dunia masing-masing Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19).  

Sedangkan tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas, yakni Ujib (41), Ahmad Jaelani (36), dan Sunar (62). 

Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.