SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Bupati Sidoarjo, Subandi, secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga integritas dalam proses rekrutmen direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ia meminta masyarakat dan pihak terkait ikut mengawasi proses ini agar berjalan profesional.
Subandi mengingatkan, bahwa kursi direksi BUMD tidak boleh menjadi ajang bagi-bagi jabatan.
Ia menekankan, bahwa pemilihan pimpinan perusahaan daerah harus didasarkan pada kompetensi murni, bukan karena kedekatan atau faktor eksternal lainnya.
"Kami berkomitmen, semua harus profesional melalui mekanisme yang benar. Tidak ada lagi istilah 'orang ini' atau 'orang itu' atau titipan dalam seleksi BUMD," tegas Subandi, Jumat (10/4/2026).
Menurut Subandi, kompetensi direksi yang terpilih akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Jika dikelola oleh orang yang salah, BUMD justru akan membebani daerah alih-alih memberikan kontribusi.
Keberadaan perusahaan daerah memiliki dua fungsi krusial yang saling berkaitan:
"Yang dibutuhkan adalah figur yang profesional dan punya kemampuan nyata. Jika kinerja BUMD membaik, efeknya akan berantai mulai dari layanan hingga kontribusi pembangunan," tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah fokus pada rekrutmen Direksi PT Aneka Usaha dan BPR Delta Arta. Untuk menjamin objektivitas, Pemkab Sidoarjo telah membentuk panitia seleksi (pansel) yang bersifat lintas sektor.
Tim pansel tersebut terdiri dari Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bagian Perekonomian hingga melibatkan kalangan akademisi profesional.
Keterlibatan akademisi, diharapkan mampu memberikan penilaian independen terhadap kapabilitas para kandidat.
Selain mengandalkan pansel, Subandi menyatakan akan turun langsung memantau kinerja di lapangan. Ia tidak ingin hanya menerima laporan formal di atas kertas, tanpa mengetahui kondisi riil perusahaan.
Data menunjukkan, bahwa BUMD yang dikelola secara profesional memiliki rasio keberhasilan 40 persen lebih tinggi dalam mencapai target laba tahunan, dibandingkan yang dikelola secara politis. PT Aneka Usaha Sidoarjo sendiri memiliki peran strategis dalam pengelolaan aset daerah, sementara BPR Delta Arta menjadi tumpuan kredit bagi UMKM di Sidoarjo.
Proses seleksi yang bersih, menjadi harga mati untuk memastikan kedua entitas ini tetap sehat secara finansial, dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar modern.