Pansus Sampah DPRD DKI Resmi Dibentuk, Fokus Kurangi Ketergantungan Bantargebang
Wahyu Septiana April 10, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta telah resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah, Judistira Hermawan diresmi ditunjuk sebagai ketua didampingi Husein sebagai wakil ketua. 

Pembentukan Pansus Pengelolaan Sampah merupakan upaya penanganan permasalahan yang kian akut, termasuk ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantargebang. 

Judistira mengatakan, kondisi volume sampah yang tinggi serta kapasitas TPST Bantargebang yang kian penuh menjadi perhatian utama.

Menurutnya, ketergantungan terhadap Bantargebang sebagai tempat pembuangan akhir tidak bisa terus dipertahankan.

“Tekanan terhadap Bantargebang semakin besar. Perlu langkah serius. Mulai dari pengurangan di sumber, peningkatan daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan modern,” kata Judistira, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, Pansus akan fokus menyusun rekomendasi konkret kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna membenahi sistem pengelolaan sampah, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Politisi Partai Golkar itu juga menargetkan adanya perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah di ibu kota.

“Banyak harapan yang disampaikan oleh masyarakat. Keberhasilan kita nanti melalui Pansus ini, paling tidak sampai dengan tahun 2030 Jakarta bersih dari sampah,” ucapnya.

gunungan sampah TPST Bantar Gebang, Senin (9/3/2026). 
gunungan sampah TPST Bantar Gebang, Senin (9/3/2026).  (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar)

Judistira menambahkan, kondisi Bantargebang yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas tidak memungkinkan untuk terus menampung sampah dari Jakarta.

“Bantargebang yang hari ini sudah overload tentu tidak bisa lagi terus menerima sampah dari kita,” katanya.

Ia menyebut, Pansus akan membahas perbaikan menyeluruh, termasuk melibatkan berbagai pihak terkait agar sistem pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih terintegrasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta tanpa saling menyalahkan.

“Kami hanya mengantar saja, ke depan harus ada perubahan sistem,” tandasnya.

Judistira berharap, ke depan Jakarta memiliki sistem pengelolaan sampah yang kuat dan tidak bergantung sepenuhnya pada Bantargebang.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal keberlanjutan kota,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Indramayu: Bocah 3 Tahun Terlindas Mobil MBG Gara-gara Blind Spot

Baca juga: Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak

Baca juga: Perdana Penerapan WFH Bikin Jalan S Parman Jumat Sore Tak Ada Kemacetan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.