Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Berbagai persiapan sudah dilakukan pengelola asrama haji Donohudan (AHD) Ngemplak Boyolali untuk menyambut jemaah calon haji 2026.
Sebagai informasi Kloter pertama jemaah haji akan masuk di AHD pada tanggal 21 April sekira pukul 06.00 WIB.
Jemaah dari Tegal menjadi kloter pertama yang dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan pada tanggal 21 April nanti.
Baca juga: Alasan Jemaah Calon Haji Boyolali 2026 Naik Drastis, Gegara Penerapan UU Baru Berbasis Waiting List?
Sedangkan petugas tiba dua hari sebelumnya, yakni pada tanggal 19 April.
Kepala Unit Pengelola Asrama Haji Donohudan, Agus Pratomo, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan sejak awal tahun ini.
Persiapan tersebut diantaranya melakukan persiapan fisik seperti pemeliharaan saluran sanitasi, menambah KWH meter listrik dari sebelumnya berkapasitas 55 KWH menjadi 345 KWH.
Kemudian peremajaan gedung, serta pemasangan alat tidur jemaah seperti bed cover dan spray.
Dia melanjutkan, persiapan asrama haji Donohudan telah selesai 95 persen dan siap menampung kurang lebih 29.122 jemaah dan petugas haji tahun 2026.
Kekurangan 5 persen tersebut hanya meliputi pembersihan area Asrama Haji Donohudan.
"Kami telah mempersiapkan beberapa tempat tidur, sudah kami bersihkan, dan beberapa fasilitas seperti spray dan bed cover sudah siap," kata Agus Pratomo.
Selain itu, pihaknya juga bakal menambahkan tenaga kebersihan musiman sebanyak 200 orang untuk memastikan kebersihan area asrama haji.
Baca juga: 943 Jemaah Calon Haji asal Boyolali Dipastikan Bakal Berangkat ke Tanah Suci Mulai 9 Mei 2026
Agus Pratomo melanjutkan, bahwa pihaknya menyiapkan 1.975 tempat tidur yang tersebar di beberapa gedung Asrama Haji Donohudan.
Seperti Gedung Makah, Madinah, Shafa, serta Balai Shafa.
"Gedung-gedung ini telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk kamar mandi, ruang makan, dan area ibadah. Kami juga telah mempersiapkan beberapa program untuk meningkatkan kenyamanan jemaah haji, seperti layanan kesehatan, transportasi,” tambahnya.
Agus Pratomo menambahkan, bahwa jumlah kloter tahun ini akan dikurangi menjadi 81 klotter, dari tahun sebelumnya yang mencapai 95 kloter.
Penurunan jumlah kloter tersebut karena ada wilayah eks Karesidenan Kedu dan Yogyakarta yang keberangkatannya langsung dari Bandara YIA melalui Embarkasi Yogyakarta.
“Kami juga telah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan nyaman,” tuturnya. (*)